Ditegur tak Kenakan Helm, Oknum TNI Pukul Polisi di Pekanbaru

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 11 Aug 2017 00:56 WIB
tni-polri
Ditegur tak Kenakan Helm, Oknum TNI Pukul Polisi di Pekanbaru
Ilustrasi penganiayaan. Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Seorang oknum anggota TNI berinisial WS memukul anggota Polresta Pekanbaru, Bripda YV saat berpatroli di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis 10 Agustus 2017. 

WS tidak terima ditegur Bripda YV karena tak mengenakan helm saat berkendara. Meski dipukul, Bripda YV tidak melakukan perlawanan. Kejadian itu pun jadi tontonan warga yang melintas di lokasi kejadian.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum TNI tersebut terhadap anak buahnya yang sedang menjalankan tugas. 

"Pada sore tadi sekira pukul 17.30 WIB, anggota kami, Bripda YV sedang patroli. Memang hari ini personel kami ada operasi dalam rangka penanganan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan)," ungkap Susanto saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis 10 Agustus 2017.

Kejadian bermula saat Bripda YV berpatroli di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Ramayana. Saat kendaraan yang dikemudikan Bripda YV beriringan dengan oknum TNI tersebut, Bripda YV mencoba menegur SW.

"Diberitahu dengan baik agar sebaiknya mengenakan helm. Saat ditegur seperti itu, oknum TNI tersebut tak terima lalu berusaha mengejar Bripda YV dan menabrakkan motornya dari belakang. Bripda YV lalu berhenti karena terkejut," papar Susanto.

Ketika berusaha memberitahu lagi dengan baik, sambung Susanto, oknum TNI tersebut justru memukul helm (kepala) Bripda YV sebanyak empat kali. Beruntung YV dapat mengendalikan diri dan tetap bersikap tenang. 

"Anggota kami tetap tenang dan tetap menjalankan tugas dengan tulus dan sesuai prosedur," tuturnya.

Sekira pukul 19.30 WIB, Kapten Latif yang bertindak sebagai Kepala Tim (Katim) Intel Korem 033 Wirabima, Pekanbaru mendatangi Bripda YV. "Katim Intel Korem datang menemui anggota kami untuk meminta maaf terkait insiden tersebut," ujarnya.


(HUS)