Warga Korban Sinabung Menagih Janji Relokasi

Farida Noris    •    Selasa, 12 Sep 2017 16:33 WIB
pengungsi sinabung
Warga Korban Sinabung Menagih Janji Relokasi
Mensos Khofifah mengunjungi warga korban erupsi Gunung Sinabung di Karo, Sumut, Ant - Irsan Mulyadi

Metrotvnews.com, Medan: Warga pengungsi korban letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meminta pemerintah tak mengumbar janji. Tujuh tahun berlalu, ribuan warga masih menempati pengungsian.

Rudi Singarimbun mengaku menempati pengungsian sejak 2010. Desa Mardingding, tempat ia tinggal, masuk dalam zona merah Gunung Sinabung. Artinya, Desa Mardingding masuk dalam kawasan berbahaya dan terancam erupsi Sinabung.

Baca: Ribuan Pengungsi Sinabung Tuntut Kejelasan Nasib

"Ada ribuan orang yang masih berada di posko penampungan. Kami minta percepatan relokasi tahap ke III. Kalau yang tahap kedua, itukan sudah. Tapi sampai sekarang bantuan juga belum jelas kapan turunnya," kata Rudi melalui sambungan telepon kepada Metrotvnews.com, Selasa 12 September 2017.

Rudi mengatakan Pemkab Karo pernah berjanji mengucurkan bantuan paling lama Oktober 2016. Pengungsi asal empat desa bakal direlokasi. Empat desa itu yaitu Sigarang-garang, Kutagugung, Sukanalu, Kecamatan Naman Teran dan Desa Mardingding Kecamatan Payung.

"Bantuan yang akan diberikan berupa sewa lahan untuk pertanian, bantuan sewa rumah. Paling lama Oktober 2016, tidak ada lagi warga yang berada di posko. Tapi nyatanya Pemkab Karo hanya mengumbar janji," pungkasnya.

Para pengungsi sudah beberapa kali mempertanyakan kapan bantuan itu akan direalisasikan. Akan tetapi Pemkab Karo beralasan dana untuk relokasi belum dikucurkan.

"Katanya, duit belum ada, jadi kami diminta bersabar. Kami ini pengungsi yang belum mendapat apapun bantuan yang dijanjikan pemerintah. Selama ini bantuan yang kami terima hanya beras bulog saja. Bahkan tenda untuk tempat tinggal kami, kebanyakan dibangun atas swadaya para pengungsi," urainya. 

Para warga yang berada di posko penampungan, kata Rudi, terpaksa bekerja serabutan untuk menghidupi keluarga mereka. Tempat pengungsian yang mereka tempati bahkan sudah tak layak lagi.

"Kalau saya, ada tiga orang tanggungan. Bagaimana pun saya harus kerja untuk menghidupi keluarga saya. Karena kami tidak bisa berharap banyak dari pemerintah. Rata-rata di tempat pengungsian ini bekerja serabutan," urainya.

Pengungsi lainnya, M Ginting juga mengutarakan hal yang sama. Dia berharap Pemkab Karo segera merealisasikan bantuan bagi ribuan pengungsi Sinabung. Pasalnya warga sudah terlalu lama hidup di tempat-tempat pengungsian.

"Dari hasil unjuk rasa semalam, Pemkab Karo meminta warga mengutus perwakilan dari setiap desa. Nanti masalah itu akan dibawa ke Jakarta. Kami juga belum memustuskan siapa saja perwakilan yang ke sana nanti. Tapi kami harap Pemerintah jangan hanya janji-janji palsu," bebernya. 

Kemarin, Senin 11 September 2017, ribuan pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumut melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD Karo dan Kantor Bupati Karo. Para pengungsi ini menuntut kejelasan nasib karena sudah 7 tahun bertahan di posko penampungan. Bahkan aksi warga ini berlangsung hingga malam hari.


(RRN)