Polisi Periksa 14 Orang Terkait Karhutla di Aceh Barat

   •    Senin, 31 Jul 2017 20:34 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Polisi Periksa 14 Orang Terkait Karhutla di Aceh Barat
Kabut Asap Pekat Kepung Aceh Barat --MI/Ferdian Ananda Majni--

Metrotvnews.com, Meulaboh: Kepolisian Resort Aceh Barat, Polda Aceh memeriksa 14 orang masyarakat sipil sebagai saksi dalam kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di wilayah hukum setempat.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho, mengatakan, pemeriksaan saksi tersebut untuk memenuhi unsur dua alat bukti guna ditingkatkan status penegakan hukum dari penyelidikan ke penyidikan.

"Totalnya sudah 14 orang saksi kita minta keterangan, terutama si pemilik lahan, dari Kecamatan Johan Pahlawan lima orang, Kecamatan Samatiga enam orang dan Kecamatan Arongan Lambalek tiga orang," katanya.

Teguh menjelaskan, selama penanganan Karhutla di wilayah setempat telah dilakukan berbagai langkah, pertama pengendalian seperti imbauan dengan memasang spanduk bertuliskan larangan buka lahan dengan membakar di kawasan-kawasan dipetakan rawan terjadi Karhutla, maupun di titik tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran lahan gambut.

Pihak kepolisian juga mencantumkan ancaman hukuman agar bisa dibaca oleh semua lapisan masyarakat.

Polisi juga melakukan langkah pencegahan terjadinya penyimpangan sosial dalam karhutla dengan patroli gabungan bersama TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, serta Sat Pol PP.

"Semua upaya itu telah dan akan terus kita lakukan bersama tim gabungan. Pada semua titik kebakaran dan rawan terjadi kebakaran kita pasangkan imbauan dan ancaman pidana kepada siapapun yang melakukan pembakaran lahan," tegasnya.

Teguh juga menyatakan, dalam penyelidikan itu pihaknya juga memeriksa seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, sebagai pemilik lahan yang terbakar di Kecamatan Arongan Lambalek.

Kebakaran hutan dan lahan di area lahan gambut melanda enam kecamatan Aceh Barat dalam dua pekan terakhir hingga luasan 79 hektare, akibatnya kabut asap pekat menyelimuti sehingga mengganggu roda pemerintahan, sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam satu pekan terakhir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua unit Helikopter "Water Bombing" melakukan pengeboman air di kawasan terjadi kebakaran, hingga Minggu (30/7) kabut asap sudah menghilang.

Namun demikian Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mendesak pihak penegak hukum tegas dan menangkap pemilik maupun pembakar lahan gambut, karena dirinya tidak percaya bahwa kebakaran lahan di wilayah itu karena api terpatik sendirinya.

"Polisi harus tegas, menindak pelaku agar ke depan tidak ada lagi yang coba-coba membakar lahan. Dari dulu saya sudah bilang, jangan tebang hutan, jangan bakar lahan, kalau sudah kejadian semua rugi," katanya saat berkunjung ke Meulaboh, Minggu siang. (Antara)



(ALB)