Kapal Ikan Berbendara Malaysia Ditangkap Polisi

   •    Selasa, 18 Apr 2017 20:35 WIB
kapal
Kapal Ikan Berbendara Malaysia Ditangkap Polisi
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Banda Aceh: Polisi Air Polda Aceh dibantu tim Baharkam Polri menangkap kapal ikan berbendera Malaysia yang diduga menangkap ikan di perairan Indonesia. Penangkapan dilakukan pada 16 April 2017 sekitar pukul 04.21 WIB.

"Kapal yang ditangkap dengan nama KM KHF 1742. Kapal dengan bobot 64 GT. Sebelum ditangkap, kapal berbendera Malaysia ini sudah dipantau gerak-geriknya," kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Aceh AKBP Sukamat, seperti dikutip Antara, Selasa, 18 April 2017.

Sukamat menyebutkan, kronologis penangkapan berawal dari patroli KP Terukur 5010 milik Baharkam Polri mencurigai sebuah kapal yang menjaring ikan menggunakan pukat tunda. Selanjutnya, kapal patroli kepolisian mendekat ke kapal Malaysia tersebut. 

Namun, kapal ikan itu sempat berusaha kabur. Tapi, gagal karena kecepatan kapal tertahan oleh pukat mereka yang masih di dalam air. 

"Setelah kapal itu dihentikan, petugas memeriksa dokumen kapal. Ternyata, kapal tidak memiliki izin penangkapan ikan di perairan Indonesia. Kapal beserta nakhoda dan anak buahnya diamankan di Kuala Langsa," kata Sukamat.

Adapun nakhoda kapal bernama Nay Hun Tun, 37 tahun, warga negara Myanmar. Serta tiga ABK yakni Min Win San, 26 tahun, Aye Myint Tun, 27 tahun, dan Nai Min Kyaw, 26 tahun. Ketiganya juga warga negara Myanmar.

"Ketika kapal mereka hendak didekati, mereka sempat menyapa petugas dengan Bahasa Indonesia, seolah-olah mereka nelayan Indonesia. Namun, setelah diperiksa ternyata mereka warga negara Myanmar," kata dia.

Selain kapal dan nakhoda serta ABK, polisi juga mengatakan sekitar 100 kilogram ikan campuran, satu set pukat alat tangkap ikan, GPS, radio laut, dokumen kapal, dan satu paspor. Kepolisian akan melimpahkan perkara penangkapan kapal ikan Malaysia tersebut kepada penyidik PPNS Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pos Idi Perwakilan Belawan.

Kasus ini dilimpahkan ke PSDKP karena kepolisian tidak berhak menanganinya. Sebab, kapal ditangkap di perairan 37 mil dari daratan Pantai Ujung Tamiang. Atau melewati teritorial 12 mil dari daratan.

"Perbuatan nelayan asing yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia melanggar Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan," kata Sukamat.


(ALB)