Empat `Penyunat` Dana BOS Langkat Jadi Tersangka

Budi Warsito    •    Kamis, 19 Oct 2017 14:21 WIB
korupsi
Empat `Penyunat` Dana BOS Langkat Jadi Tersangka
Barang bukti uang diuga hasil kutipan oleh tersangka

Metrotvnews.com, Medan: Sebanyak empat dari 11 Pegawai Negeri Sipil yang tertangkap tangan diduga terkait pemotongan dana bantuan operasional sekolah (BOS), Kamis 19 Oktober 2017, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Utara.

Empat orang tersebut masing-masing Kadis Pendidikan Kabupaten Langkat Salam Syahputra, Kepala Sekolah SMPN 3 Tanjung Pura Sukarjo (Koordinator MK2SN/Korwil Langkat Hilir), Kepala Sekolah SMPN 3 Stabat Patini (Bendahara MK2SN), dan Kepala Sekolah SMPN 2 Gebang Restu Balian Hasibuan (Korwil Langkat Teluk Haru).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rinas Sari Ginting menjelaskan, penetapan tersangka berdasarkan hasil periksaan tujuh saksi dan juga tersangka. Keempatnya terbukti menubruk UU RI Nomor 20/2001 tentang perubahan UU RI No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca: 11 PNS Disdik Langkat Ditangkap

Rina menerangkan, penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat melakukan pengutipan/pemotongan dana BOS di seluruh sekolah SMP Negeri di Kabupaten Langkat. 

"Besarannya Rp10 ribu per siswa di tiap-tiap sekolah. Di mana proses pengutipan tersebut melalui koordinator wilayah yang berjumlah sebanyak tiga orang. Proses pengutipan dilaksanakan pada saat rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan beserta seluruh Kepala Sekolah SMP Negeri di Kab. Langkat," terang Rina.

Berdasarkan informasi dari masyarakat tersebut lanjutnya, pengutipan ini sudah berlangsung sebanyak dua kali dan kali ini adalah pengutipan yang ketiga kalinya.

Berdasarkan informasi tersebut, Personel Unit 4 Subdit III Tipikor beserta dengan Tim Saber Pungli Polda Sumut  pada hari Selasa, 17 Oktober 2017, pukul 11.00 WIB melakukan penindakan dengan TKP tersebut diatas.

Pada saat dilakukan penindakan, kegiatan rapat sedang berlangsung dan pada saat itu juga dilakukan penggeledahan. Pada saat penggeledahan ditemukan sejumlah uang yang berada di beberapa amplop. Di mana amplop tersebut merupakan setoran dari tiap-tiap Kepala Sekolah kepada koordinator masing-masing wilayah. 

Dari lokasi petugas menyita uang tunai Rp76.010.000 juta, daftar hadir peserta rapat dan buku catatan bendahara (berisikan kutipan dana BOS kepada Kadis) sebagai barang bukti. 

"Tindakan selanjutnya yang akan dilakukan, periksa saksi lainnya, melengkapi mindik, kemudian mengirim berkas ke JPU. Saat ini ke empat orang tersangka dilakukan penahanan di RTP Polda Sumut," ujar Rina.


(ALB)