Harga Elpiji 3 Kg di Pengecer Bengkalis Tembus Rp35 Ribu

Antara    •    Senin, 11 Dec 2017 09:43 WIB
kelangkaan elpiji
Harga Elpiji 3 Kg di Pengecer Bengkalis Tembus Rp35 Ribu
Ilustrasi Elpiji 3 Kg. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka

Bengkalis: Warga Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau mengeluhkan harga elpiji 3 kilogram yang naik melejit. Bahkan harga per tabungnya bisa mencapai Rp35 ribu, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).

"Keliling kami mencari tidak ada. Sudah keliling juga ke Pambang mencari. Semuanya kosong. Dapatnya di daerah Ketam Putih, itu pun Rp35 ribu per tabung, mahal sekali," kata warga Tasik, Mar di Bengkalis, Senin, 11 Desember 2017.

Mar mengatakan warga lainnya juga kesulitan mendapatkan gas tersebut. Sulitnya barang didapat ditambah banyak mencari, pedagang eceran pun seenaknya menaikkan harga.

"Harga naik ini juga disebabkan banyaknya ibu rumah tangga yang mencari gas, pedagang seenaknya menaikkan harga," katanya.

Sementara itu, warga Desa Ketam Putih juga mengeluhkan hal yang sama. Asmah, ibu sembilan anak ini juga kesulitan mendapatkan gas untuk keperluan memasak sehari-hari.

"Kami juga sulit untuk mendapatkan gas, karena itu, biar hemat kami juga menggunakan kayu bakar untuk keperluan masak yang menggunakan waktu lama, dan sekitar tiga hari yang lalu di sini harga gas Rp25 per tabung, ini naik lagi," katanya.

Larangan dijual ke pengecer

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis Burhanuddin menyebutkan tidak ada pengurangan kuota dari PT Pertamina selaku produsen elpiji, dan pasokan seperti biasanya tanpa kendala.

"Jika pun ada kendala itu terkadang di penyeberangan, namun kuota tetap seperti biasanya," kata Burhanuddin.

Dia mengatakan kelangkaan atau susahnya gas disebabkan pangkalan dilarang menjual gas ke pengecer.

"Karena pihak Pertamina mengetahui adanya kecurangan di tingkat pengecer sehingga Pertamina mengeluarkan kebijakan kepada setiap pangkalan untuk tidak menjual elpiji 3 kg kepada pengecer, dan harga eceran tertinggi pun Rp21.500 per tabung," katanya.

Ia mengatakan masyarakat kesulitan mendapatkan gas disebabkan tempat biasanya mereka mendapatkan gas atau di pengecer atau kedai-kedai yang berdekatan sudah tidak menjual lagi.

Masyarakat diimbau untuk langsung membeli gas di pangkalan dengan membawa fotokopi kartu keluarga. Burhanuddin juga mengingatkan kepada masyarakat dari golongan mampu tidak menggunakan gas 3 kilogram.


(SUR)