Nazaruddin Coba Selundupkan Sabu di Dalam Sepatu

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 01 Dec 2017 11:06 WIB
sabu
Nazaruddin Coba Selundupkan Sabu di Dalam Sepatu
Nazaruddin bersama barang bukti tujuh bungkus kristal bening yang disita petugas Bea Cukai dan Avsec Bandara Internasional Hang Nadim Batam -- medcom.id/Anwar Sadat Guna

Batam: Seorang calon penumpang pesawat Lion Air jurusan Batam-Kualanamu, Medan dicegat petugas Bea Cukai di Bandara Hang Nadim pada Kamis, 30 November 2017. Ia kedapatan membawa sabu yang disembunyikan dalam sepatu dan celana dalam.

"Setelah bukti kami sita dan dilakukan pemeriksaan di Kantor Bea Cukai, yang bersangkutan kami limpahkan ke BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Polda Kepri," kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam R. Evy Suhartantyo, Jumat, 1 Desember 2017.

Evy menjelaskan, kecurigaan petugas bermula ketika Nazaruddin, 44, melewati pintu pemeriksaan x-ray. Berdasarkan analisis profiling dan pemeriksaan tubuh, petugas menemukan benda mencurigakan di tubuh Nazaruddin.

"Saat diperiksa, diduga ada benda mencurigakan di kedua sepatu dan bagian selangkangan calon penumpang itu," ungkapnya.

Nazaruddin kemudian dibawa ke ruangan hanggar Bea Cukai untuk diperiksa secara mendalam. Petugas pun menemukan tujuh bungkus kristal bening di kedua sepatu dan celana dalam pelaku.

"Saat diperiksa menggunakan narcotest, barang itu positif methammetamine (sabu). Total beratnya 721 gram, yakni 615 gram disembunyikan di sepatu dan 106 gram disembunyikan di bagian selangkangan atau celana dalam pelaku," jelasnya.

Menurut Evy, tersangka berada di Batam sejak 28 November 2017. Selama tiga hari berada di Batam, Nazaruddin menetap di Hotel Sakah, Batuaji.

Dia diduga melakukan transaksi narkoba di Batam sebelum berangkat ke Medan menggunakan Lion Air dengan nomor flight JT 956. "Ada yang memberikan sepatu kepada Nazaruddin pada malam sebelum keberangkatan ke Medan. Dari pengakuannya juga, dia diupah Rp21 juta untuk membawa tujuh bungkusan tersebut ke Medan," ungkap Evy.

Setelah menjalani pemeriksaan di Kantor Bea Cukai di Batuampar, Batam, Nazaruddin selanjutnya diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri. "Ini merupakan penindakan ke-29 Bea Cukai Batan selama 2017," pungkasnya.


(NIN)