Ramadhan Pohan Divonis 15 Bulan Penjara, tapi tak Ditahan

Farida Noris    •    Jumat, 27 Oct 2017 19:13 WIB
ramadhan pohan
Ramadhan Pohan Divonis 15 Bulan Penjara, tapi tak Ditahan
Ramadhan Pohan di Pengadilan Negeri Medan, 27 Oktober 2017. MTVN/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Ramadhan Pohan divonis 15 bulan penjara. Dia terbukti menipu Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan putranya, Laurenz Hendry Hamongan Sianipar, dengan kerugian Rp15,3 miliar.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Ramadhan Pohan selama 1 tahun 3 bulan penjara," kata majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik dalam sidang yang berlangsung di Ruang Cakra Utama Pengadilan Negeri Medan, 27 Oktober 2017 sore.

Hakim menilai terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan primair JPU Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KHUPidana.

Namun begitu, mantan calon Wali Kota Medan itu tetap dapat melenggang bebas keluar dari pengadilan. Pasalnya, hakim tidak mengeluarkan perintah penahanan.

Majelis hakim memberi kesempatan pada Ramadhan Pohan untuk menanggapi putusan itu. Ramadhan mengaku masih pikir-pikir. Sikap yang sama juga dilakukan JPU dengan menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim.

Putusan itu, lebih rendah dari tuntutan JPU Emmy SH yang menuntut Ramadhan Pohan selama 3 tahun penjara dengan perintah penahanan. Dalam kasus ini, Savita Linda Hora Panjaitan yang merupakan mantan bendahara pemenangan pasangan calon Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan-Eddie Kusumah, telah dijatuhi 9 bulan penjara. 

Sementara Ramadhan dan penasihat hukumnya menyatakan putusan yang dijatuhkan majelis hakim sangat sepihak. Namun begitu, Ramadhan mengaku masih mengkaji putusan itu.

“Saya tidak mau asal bunyi, harus mendiskusikan kepada kawan-kawan. Saya tidak mau masuk ke materi meskipun banyak hal yang perlu dikaji,” ucap Ramadhan usai persidangan.

Dalam perkara ini, Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan (terdakwa dalam berkas terpisah) didakwa telah menipu Rotua Hotnida Br Simanjuntak dan putranya Laurenz Henry Hamonangan Sianipar. Rotua merugi Rp 10,8 miliar sedangkan Laurenz Rp 4,5 miliar. Sehingga totalnya menjadi Rp 15,3 miliar. 

Perkara penipuan ini terjadi menjelang Pilkada serentak pada pengujung 2015. Korban mengaku terbujuk rayu dan janji hingga mau memberikan uang sebesar Rp15,3 miliar untuk kepentingan Ramadhan Pohan, yang maju calon Wali Kota Medan 2016-2021.

Ramadhan dan Linda mengiming-imingi korban dengan sejumlah persentase keuntungan. Untuk meyakinkan korban, Ramadhan Pohan meninggalkan cek kepada Laurenz. Ternyata saat akan dicairkan isi rekeningnya hanya sekitar Rp 10 juta.



(ALB)