30 Pengacara Kawal Tersangka Teror Bom di Medan

Farida Noris    •    Kamis, 01 Sep 2016 14:22 WIB
bom bunuh diri
30 Pengacara Kawal Tersangka Teror Bom di Medan
Tim pengacara dari Pusat Bantuan Hukum Peradi, Medan, melakukan pendampingan hukum terhadap IAH (Foto: MTVN/Farida Noris Ritonga)

Metrotvnews.com, Medan: Pusat Bantuan Hukum Peradi, Medan, Sumatera Utara, akan mendampingi IAH, 17, tersangka kasus penyerangan rumah ibadah Santo Yosep. Sebanyak 30 penasihat hukum akan mengawal kasus percobaan bom bunuh diri oleh seorang remaja itu.

"Ada sekitar 30 pengacara dari Pusat Bantuan Hukum Peradi, Medan, yang akan mengawasi kasus IAH ini. Sejak menerima kuasa dari bapak Makmur Hasugian (ayah IAH) dan keluarga, kami telah menjalankan kuasa itu," kata Ketua Pusat Bantuan Hukum Rizal Sihombing, di Kantor Peradi, Jalan Sei Rokan, Medan, Sumatera Utara, Kamis (1/9/2016).

Rizal mengaku pendampingan hukum itu dilakukan lantaran prihatin dengan nasib orangtua IAH, Makmur Hasugian dan Arista Purba. Apalagi IAH masih di bawah umur.

"Bapak Hasugian ini rekan seprofesi kami. Makanya kami merasa penderitaan pak Hasugian sehingga kami melibatkan diri untuk membela kasus yang dialami beliau," kata dia.

Mereka meminta kepolisian mengusut tuntas kasus itu. Polisi harus mencari siapa otak penyerangan rumah ibadah itu sehingga mempengaruhi IAH sebagai pelaku utama. Dengan perkembangan teknologi saat ini, sangat memungkinkan IAH melakukan aksi percobaan bom bunuh diri atas perintah orang lain.

"Kami sudah hadir di Polresta Medan. IAH masih diinterogasi. Kami minta supaya dilakukan proses hukum yang benar apalagi IAH masih di bawah umur. Memang kami belum dapat apa-apa dari pertemuan di Polresta itu. Kami berikan hak pada polisi supaya bekerja dengan baik siapa sih orang besar di belakang IAH," pungkas dia.


(TTD)