Pembunuh Bayi Berusia 6 Hari Sempat Buron 6 Bulan

Farida Noris    •    Selasa, 11 Oct 2016 16:05 WIB
pembunuhan
Pembunuh Bayi Berusia 6 Hari Sempat Buron 6 Bulan
Terdakwa Sardian Junius F. Watea saat mengikuti sidang. Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Sardian Junius F. Watea, 25, tega menghabisi Gabriel Watea, bayi berusia enam hari, yang merupakan hasil hubungan gelapnya dengan Monica Sari Silaban.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Artha yang dibacakan di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan, Selasa 11 Oktober 2016, menyatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa 23 Februari sekira pukul 22.00 WIB di rumah indekos yang ditinggali pasangan itu di Jalan Karya Bhakti Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara.

Malam itu, Gabriel tengah tidur di kasur. Terdakwa lantas menyuruh Monica membeli es batu ke warung. Setelah itu, Monica pulang membawa pesanan terdakwa. Namun, terdakwa meminta Monica membelikan jajanan.

Monica sempat menolak dan berkata, "bolak-balik kau suruh aku, aku baru saja melahirkan, lagian sudah malam ini." Namun, terdakwa marah dan melemparkan gelas ke arah pintu kamar. 

Karena takut, Monica kembali lagi pergi ke warung untuk membeli jajanan dan meninggalkan terdakwa bersama dengan Gabriel. Tidak berapa lama Monica kembali dari warung dan mendorong pintu kamar.

Alangkah terkejutnya Monica melihat terdakwa sedang mencekik leher korban. Namun, melihat kedatangan Monica, terdakwa berpura-pura mengelus kepala korban. Pada saat itu Monica melihat Gabriel sudah megap-megap sesak nafas dan ada luka gores di kening dan hidung korban.

Monica lantas membuatkan susu untuk Gabriel dan meminumkannya ke Gabriel. Ternyata susu yang diminum korban tidak dapat. Susu justru keluar dari hidung dan mulut korban. Pada saat itu tubuh korban sudah dingin.

Monica kemudian meminta terdakwa mengantarkannya ke Klinik Shally. Akan tetapi, kondisi korban sudah pucat dan membiru. Korban lantas dirujuk ke RSUD dr Pirngadi Medan sekira pukul 00.00 WIB. Namun korban tak sempat mendapat pertolongan karena sudah meninggal saat dalam perjalanan.

Dari hasil pemeriksaan dokter, korban tewas karena penganiayaan. Sejak kejadian itu, Sardian melarikan diri. Polisi baru bisa menangkap pelaku pada 1 Agustus.

Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C UU RI no 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Usai pembacaan dakwaan majelis hakim yang diketuai Didit Setyo memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan eksepsi pekan depan.


(UWA)