Terendus Praktik Pencucian Uang dari Sindikat Narkoba di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 27 Oct 2016 18:10 WIB
narkoba
Terendus Praktik Pencucian Uang dari Sindikat Narkoba di Batam
Ilustrasi. Foto: Antara

Metrotvnews.com, Batam: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil transaksi narkoba yang dilakukan suami istri YS dan AJ. BNNP Kepri menemukan aliran dana Rp3,94 miliar dari bisnis narkoba yang dijalankan keduanya. 

Kepala Bidang (Kabid) Berantas BNNP Kepri AKBP Bubung Pramiadi mengatakan dugaan TPPU dalam kasus ini mencuat ketika polisi menelusuri aliran dana transaksi narkoba tersangka AJ dan YS. 

Dalam penelusuran itu disita sejumlah aset milik tersangka yang diduga berasal dari transaksi narkoba. 

"Aset-aset tersebut di antaranya satu unit mobil Toyota Fortuner, Ford Ecosport, dan Nissan milik AJ. Aset milik YS yang kami sita adalah satu unit rumah di Batam, mobil Honda Accord, motor Kawasaki 650 cc, Kawasaki 250 cc, dan Yamaha R22 900 cc," ungkap Bubung kepada Metrotvnews.com, Kamis (27/10/2016).

Aset-aset tersebut belum termasuk rumah mewah milik AJ di Palembang. Bubung menjelaskan BNNP Kepri telah mengirimkan surat ke Direktur TPPU Mabes Polri terkait temuan adanya dugaan TPPU dalam kasus sindikat narkoba internasional.

Dari Direktorat TPPU Mabes Polri, surat tersebut diteruskan ke Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak transaksi mencurigakan dalam rekening kedua tersangka. 

"Kami masih menunggu hasil analisis PPATK," ujarnya.

Ditambahkan Bubung, aset-aset yang telah disita penyidik baru sebagian kecil karena ia menduga masih ada aset lain milik tersangka selama lebih dari dua tahun menjalankan bisnis haramnya. 

Dalam kasus ini, selain menangkap pasangan suami istri itu, BNNP Kepri juga menangkap empat kurir narkoba yang selama ini bekerja untuk AJ dan YS. Tidak hanya itu, sambung Bubung, pihaknya juga berhasil menangkap dua warga Malaysia.

"Warga Malaysia ini berperan sebagai kurir dan penerima hasil penjualan narkoba kepada AJ dan YS," ujarnya. 

AJ ditangkap pada Juli 2016 di daerah Talang Ubi Muaraenim, Sumsel. Adapun istrinya, YS, ditangkap di rumahnya di kawasan Batam Centre. Barang bukti yang disita dari sindikat narkoba ini seberat 4,2 kilogram sabu.


(UWA)