Darurat Karhutla Belum Usai, 7 Pesawat Pengebom Ditarik

   •    Senin, 17 Oct 2016 11:32 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Darurat Karhutla Belum Usai, 7 Pesawat Pengebom Ditarik
Foto ilustrasi. (Ant/Jessica Helena Wusyang)

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Provinsi Riau masih berstatus siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, tujuh dari 13 pesawat udara bom air telah ditarik ke Jakarta.

Kini, kata Wakil Komandan Satgas Operasi Karhutla Provinsi Riau, Edwar Sanger, tinggal enam pesawat membantu tugas jajarannya.

Dia merinci, enam pesawat tersebut masing-masing terdiri empat jenis helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan swasta. Lalu, dua pesawat tempur tipe Hawk 100/200 dan F-16 yang disiagakan TNI AU dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

"Pesawat itu bersiaga untuk memadamkan karhutla di wilayah ini," kata Edwar, dikutip Antara, Senin (17/10/2016).

Pekan lalu, BNPB dilaporkan telah menarik enam pesawat. Terdiri dari empat helikopter dan satu pesawat modifikasi cuaca tipe Cassa milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Selain itu, dua pesawat pengebom air tipe Air Tractor juga ditarik ke Jakarta menyusul mulai turunnya jumlah titik panas dan masuki puncak kemarau basah akibat fenomena alam La Nina di Riau.

Hingga Jumat (14/10/2016), Satgas Karhutla Provinsi Riau mencatat, 3.810 hektare telah hangus terbakar. Sedikitnya 93 orang ditetapkan sebagai tersangka dari 73 kasus karhutla. Dua kasus di antaranya diduga melibatkan korporasi.

Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla selama enam bulan atau terhitung mulai 1 Juni hingga 30 November 2016.


(SAN)