Kapal Cepat Berpenumpang Terbakar di Indragiri Hilir

   •    Rabu, 23 Nov 2016 19:44 WIB
kecelakaan kapal
Kapal Cepat Berpenumpang Terbakar di Indragiri Hilir
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Kapal cepat berisi 21 penumpang dan tiga anak buah kapal pada Rabu sore 23 November 2016 terbakar di perairan Indragiri Hilir, Riau, tepat di depan Markas Komando Polisi Perairan Polres Indragiri Hilir.

"Seluruh penumpang maupun anak buah kapal berhasil diselamatkan. Tak ada korban jiwa dari peristiwa ini," kata Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dilofar Manurung di Pekanbaru, seperti dilansir Antara.

Dilofar menuturkan peristiwa terbakarnya kapal cepat SB Yusrifa sekitar pukul 15.30 WIB. Beruntung lokasi kebakaran tepat di depan Mako Satpol Air Polres Indragiri Hilir sehingga petugas langsung mengerahkan dua kapal untuk mengevakuasi seluruh penumpang.

Hasil penyelidikan sementara, peristiwa kecelakaan laut itu berawal dari SB Yusrifa yang berangkat dari Kota Tembilahan menuju Kuala Enok mengalami kerusakan.

Kapal sempat terombang-ambing di tengah laut disebabkan mesin kapal mendadak mati. Sejumlah anak buah kapal sempat berusaha memperbaiki mesin kapal tersebut, dan mesin dapat kembali dihidupkan.

"Pada saat mesin menyala tiba-tiba timbul percikan api dan membakar mesin dan separuh bagian kapal," ujarnya.

Ia menggambarkan, pada saat kejadian, terlihat asap tebal membumbung ke udara. Seluruh penumpang dan ABK berhasil diselamatkan. Namun, kapal cepat yang terbuat dari fiber tersebut habis terbakar dan tenggelam.

Polisi masih terus memeriksa nakhoda dan ABK kapal. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Indragiri Hilir merupakan kabupaten yang berada di pesisir Riau dan berbatasan langsung dengan Kepulauan Riau. Kapal menjadi alat transportasi utama di wilayah tersebut disebabkan kondisi geografis yang terdiri dari sungai dan laut serta kepulauan.

Pemerintah setempat harus mengambil langkah tegas untuk meningkatkan standar keamanan transportasi laut guna mencegah terjadinya hal serupa sebelum menimbulkan korban jiwa.


(UWA)