Ada Perjudian Gelanggang di Mal Batam

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 26 Nov 2018 19:43 WIB
perjudian
Ada Perjudian Gelanggang di Mal Batam
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga dan Dirreskrimum Polda Kepri saat konferensin pers pengungkapan kasus perjudian di Mall Top 100 Tembesi Batam, Senin, 26 November 2018. Medcom.id/Anwar Sadat Guna

Batam: Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau mengungkap kasus perjudian jenis gelanggang permainan elektronik di Mall Top 100 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 25 November 2018. Polisi menggelandang 15 terduga pelaku serta mengamankan uang tunai Rp60 juta dan koin permainan.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, pengungkapan kasus perjudian berawal saat anggota Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penggerebekan di lokasi gelanggang permainan elektronik bernama Hokki Bear Game di Lantai 2 Mall Top 100 Tembesi.

"Saat dilakukan penyelidikan, polisi menemukan terjadi dugaan tindak pidana perjudian jenis gelanggang permainan elektronik di lokasi tersebut. Polisi langsung bertindak dengan mengamankan 15 terduga pelaku perjudian," ungkap Erlangga saat konferensi pers di Mapolda Kepri, Senin, 26 November 2018.

Seluruh terduga pelaku perjudian dan barang bukti diamankan ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan terhadap para terduga pelaku dan hasil analisa terhadap seluruh barang bukti dan gelar perkara, penyidik menetapkan sembilan tersangka.

"Sembilan orang tersebut memenuhi unsur melakukan tindak pidana perjudian sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 303 jo 303 bis jo pasal 55 KUHP. Oleh karena itu akan dilaksanakan upaya paksa penahanan di rutan Polda Kepri," ujarnya.

Penahanan terhitung mulai Senin, 26 November 2018. Sedangkan enam orang lainnya tidak ditemukan adanya keterlibatan secara langsung dalam proses perjudian di lokasi. "Mereka dijadikan saksi dalam berkas perkara," ujar Erlangga lagi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol. Hernowo Julianto menambahkan, kesembilan tersangka tersebut, yakni; JP, selaku pengawas, FI dan YE selaku kasir, FE selaku kepala teknisi, YA selaku teknisi, dan TS, SU, YU, serta NI masing-masing sebagai penukar dan pemain.

Adapun barang bukti yang diamankan, kata Hernowo, yakni koin mesin permainan, mesin penghitung koin, dua chip mesin permainan, mesin permainan jenis bubble (piala), lima mesin permainan jenis balon (jurasic park), dan uang tunai Rp60,8 juta.

"Pasal yang disangkakan kepada para tersangka, yakni pasal 303 jo 303 bis jo pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun kurungan," ujarnya.

 


(SUR)