Dua Anak di Indragiri Hulu Tewas Terseret Banjir

ant    •    Minggu, 11 Nov 2018 10:09 WIB
bencana longsor
Dua Anak di Indragiri Hulu  Tewas Terseret Banjir
ilustrasi Medcom.id

Pekanbaru: Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Riau akhirnya menelan korban jiwa. Di Kabupaten Indragiri Hulu, banjir dari luapan Sungai Indragiri mengakibatkan dua anak tewas tenggelam pada Sabtu 10 November 2018.

Kapolres Indragiri Hulu Ajun Komisaris Besar (AKB) Darmin Ginting mengatakan peristiwa kematian dua anak yang tenggelam akibat banjir terjadi pada dua tempat terpisah di wilayahnya yaitu di Kecamatan Kuala Cenaku dan Kecamatan Rengat. Dua korban meninggal masing-masing Umaira Sari Maulidani, 11 bulan, dan Dimas Febrianto, 7.

"Ada dua kejadian dengan korban dua anak meninggal dunia yang tenggelam akibat banjir," jelas Kapolres.

Peristiwa pertama, lanjut Kapolres, diketahui terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Sabtu (10/11) di Dusun Mekar Jaya RT.009/RW.005 Desa Kuala Cenaku, Kecamatan Kuala Cenaku. Korban Umaira Sari Maulidani anak dari pasangan Reno Saputra, 27, dan Syarifah Mutiah, 23, ketika itu dititipkan kepada neneknya Agustina karena ibunya mau mandi.

Saat itu korban sedang bermain di depan televisi dan neneknya menyeterika pakaian. Selang beberapa lama kemudian neneknya tidak melihat cucunya tersebut dan mencari di dalam rumah namun tidak ditemukan.

Neneknya bersama ibunya kemudian mencari keluar rumah bersama tetangga sebelah bernama Dewi. Korban dapat ditemukan Dewi tepat di pintu samping bawah rumah korban yang tergenang air banjir dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.

Warga yang berdatangan lalu membawa korban ke Puskesmas Kuala Cenaku untuk mendapatkan pertolongan. Namun sesampainya di puskesmas, bayi perempuan itu dinyatakan telah meninggal dunia.

"Keluarga korban mengikhlaskan dan menolak dilakukan autopsi. Saat ini korban akan dimakamkan," ujar Darmin.

Adapun peristiwa kedua terjadi sekitar pukul 16.45 WIB di Jl. Teluk Erong Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat. Korban Dimas Febrianto, 7, anak dari pasangan Sugiarto, 37, dan Iis Rumansyah, 35, tewas tenggelam saat bermain air banjir tidak jauh dari rumahnya.

Menurut Kapolres, kronologis kejadian bermula saat korban bersama Ibunya dan abang korban Endah pergi ke lokasi Jalan Teluk Erong Kelurahan Kampung Dagang untuk bermain air karena di lokasi tersebut di rendam banjir sehingga banyak dikunjungi oleh warga sekitar.

Ketika sedang asik bermain air, Endah sempat mengingatkan kepada korban supaya jangan bermain air terlalu ke tengah. Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, Endah melihat ada tangan orang yang terseret arus air banjir. Namun Endah tidak mengira bahwa itu merupakan adiknya sendiri. Seketika itu Endah langsung pergi mencari Ibu korban dan menanyakan keberadaan korban Dimas. 

Akan tetapi Ibunya juga tidak mengetahui di mana keberadaan Dimas. Kemudian Endah memberitahukan ke warga sekitar bahwa adiknya tenggelam karena sebelumnya ada melihat tangan orang yang terseret arus air banjir.

Selanjutnya dilakukan pencarian oleh warga sekitar dan sekitar 17.45 WIB korban ditemukan tersangkut di sebuah batang pohon. Korban kemudian dibawa ke Klinik Medisra, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. "Rencananya korban akan dimakamkan pada hari ini," ujar Kapolres.

Kapolres mengimbau kepada warga untuk waspada dalam situasi banjir saat ini. Pasalnya, kematian dua korban banjir diduga akibat kelalaian dari orang tua kurang waspada dan tidak mengawasi anaknya saat bermain.

Sejauh ini, banjir yang melanda Provinsi Riau terus meluas. Saat ini sebanyak 5 kabupaten yaitu Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi telah menetap status siaga darurat banjir dan longsor.

Bahkan 4 kabupaten kecuali Pelalawan telah menaikkan status bencana menjadi tanggap darurat banjir dan longsor agar fokus dalam penanggulangan bencana banjir tersebut. Adapun banjir terparah terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu.

Berdasarkan data sementara yang diterima BPBD Riau, banjir dengan ketinggian air sekitar 50 hingga 90 cm di Indragiri Hulu telah merendam sebanyak 59 desa di 8 kecamatan. Total rumah terendam banjir sebanyak 1.437 rumah dengan 1.496 kepala keluarga. Adapun korban banjir tercatat sebanyak 3.275 jiwa masing-masing Kecamatan Rengat sebanyak 1.234 jiwa, Rakit Kulim sebanyak 1.322 jiwa, dan Batang Peranap sebanyak 719 jiwa.

"Selain itu, banjir juga merendam seluas 65 hektar sawah, 175 hektar kebun, dan 35 hektar Palawija," jelas Kepala BPBD Riau Edwar Sanger.
 


(ALB)