KPK Ajak Mahasiswa Awasi Para Pejabat Kepri

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 29 Nov 2018 17:08 WIB
antikorupsi
KPK Ajak Mahasiswa Awasi Para Pejabat Kepri
Pimpinan KPK Basaria Panjaitan beri kuliah umum di Kampus Uniba Batam

Batam: Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Panjaitan mengajak mahasiswa mengawasi para pejabat dan aparat penegak hukum di Kepri. Jika mengetahui terjadi tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan jabatan agar berani melaporkan ke pihak berwenang. 

Hal ini sampaikan Basaria saat memberikan kuliah umum bertema "Cegah Korupsi & Tuntut Transparansi demi terwujudnya Kesejahteraan Sosial", di Kampus Universitas Batam (Uniba), Rabu, 28 November 2018 sekitar pukul 21.00 WIB.

"Saya mengajak agar adik-adik sesekali keluar. Awasi semua pejabat yang ada di Kepri dan Batam ini. Kalau mengetahui ada sesuatu yang tidak benar, maka harus berani melawan. Bila tidak sanggup melawan, maka harus berani melaporkan," ungkap Basaria. 

Basaria mengatakan, mahasiswa harus turut berperan mencegah dan bersama-sama KPK memberantas korupsi. Peran mahasiswa harus dilakukan secara terus menerus, tidak hanya di lingkup Indonesia, tetapi juga di Provinsi Kepulauan Riau.

Kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi, kata Basaria, tak lepas dari perjuangan mahasiswa untuk mewujudkan reformasi pada tahun 1998. Di era reformasilah, sambung Basaria, KPK hadir untuk memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia.     

"Saya menginginkan adik-adik mahasiswa tak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga agen dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi" ujarnya.  

Untuk bisa melawan perilaku korupsi, Basaria yang pernah berdinas di Polda Kepri, mengajak mahasiswa dari awal membangun integritas diri. Mantan Dirreskrimum Polda Kepri ini mengatakan, pengertian korupsi itu salah satunya adalah mengambil yang bukan hak kita. 

"Kita benahi dulu diri kita. Kita mulai dari hal yang kecil. Misalnya tidak mencontek saat ujian semester. Kenapa? Agar ini bisa mendidik adik-adik membangun integritas diri," ujarnya. Basaria juga mengajak mahasiswa memahami sembilan nilai KPK, di antaranya jujur, disiplin, mandiri, bertanggungjawab, dan hidup sederhana. 

Ia juga mengungkap penelitian yang dilakukan Universitas Gajah Mada (UGM) belum lama ini. Bahwa tindak pidana korupsi selama hampir 12 tahun terakhir yang merugikan keuangan negara hingga puluhan triliun seharusnya bisa menggratiskan biaya pendidikan seluruh masyarakat dari jenjang SD hingga SMA juga perguruan tinggi.

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan, Kepolisian Daerah (Polda) Kepri turut berperan aktif mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi di wilayah hukum Kepri. Sejak memimpin Polda Kepri, kata Kapolda, jajarannya telah melakukan tiga kali Operasi Tangkap Tangan (OTT). 

"Pertama yakni OTT terkait dengan masalah parkir, kemudian OTT terhadap pejabat KSOP Batam, dan OOT yang dilakukan jajaran kami di Polres Anambas bersama Polda Kepri," ujar Andap. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengajak masyarakat dan mahasiswa untuk bermitra dengan kepolisian. 

"Kami mengajak masyarakat bermitra dengan kepolisian. Dan dapat dengan cepat merespons setiap perkembangan dan situasi yang ada. Jika ditemukan ada pelanggaran yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, segera laporkan kepada pihak kepolisian, agar dengan cepat dapat ditindaklanjuti," ujarnya. 

Hadir dalam Kuliah Umum bertema Cegah Korupsi & Tuntut Transparansi demi terwujudnya Kesejahteraan Sosial ini, Senat Uniba Soerya Respationo, Rektor Uniba Prof. Dr. H Chablullah Wibisono, MM, Kepala Pengawas Griya Husada Batam Prof Dr Jemmy Rumengan SE MM, Dekan Fak Hukum Uniba Dr H Idham SH, MKn, mahasiswa Program Pascasarjana Magister Ilmu Hukum & Kenotariatan, tamu undangan serta ribuan mahasiswa Uniba. 



(ALB)