Polisi Ungkap Praktik Pemalsuan Uang Lewat Facebook

Budi Warsito    •    Selasa, 25 Oct 2016 19:11 WIB
uang palsu
Polisi Ungkap Praktik Pemalsuan Uang Lewat <i>Facebook</i>
Polisi menunjukkan barang bukti uang palsu di Mapolres Asahan. Foto: Polres Asahan

Metrotvnews.com, Kisaran: Praktik pemalsuan dan peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), terungkap Unit Jahtanras Satreskrim Polres Asahan, Sumatera Utara, melalui Facebook, Senin malam 24 Oktober 2016.

Awalnya, polisi menerima laporan dari Masni, 46, yang mengaku ditipu saat bertransaksi dengan seseorang. Kronologi kejadian, Masni menjual ponsel merek Samsung melalui Facebook karena butuh uang untuk membeli obat. Iklannya kemudian direspon tersangka. 

Mereka pun bertemu di Lapangan Parasamiya untuk bertransaksi. Pertemuan dilakukan malam hari. Tanpa curiga, Masni menerima uang bundelan sejumlah Rp2,7 juta. Ia pun lantas ke toko obat. Ternyata pemilik toko menolak karena uangnya palsu.

Dari laporan itu, polisi kemudian mengecek imei ponsel korban. Diketahui ponsel itu ternyata terpajang di etalase salah satu toko online oleh tersangka. Personel polisi kemudian menyamar sebagai pembeli. Dari situlah polisi berhasil menangkap tersangka berinisial P.

Saat ditangkap, tersangka mengaku mendapatkan uang palsu dari DK (buron). Polisi lantas menggerebek rumah DK. Rumah dalam keadaan kosong, namun ditemukan uang palsu sejumlah belasan juta rupiah.

"Kita menyita uang palsu pecahan Rp100 ribu 131 lembar, cetakan uang di kertas A4 yang belum dipotong dengan nomor seri yang sama, printer, serta buku tabungan," kata Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara, Selasa (25/10/2016).

Tersangka disangkakan Pasal 24 ayat 2, Pasal 26 ayat 3 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman 15 tahun kurungan.


(UWA)