Dua Kurir Bolak-balik 8 Kali Bawa Sabu ke Batam

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 02 Oct 2018 21:25 WIB
pemberantasan narkoba
Dua Kurir Bolak-balik 8 Kali Bawa Sabu ke Batam
Sabu seberat lebih 1 Kg diselundupkan dari Malaysia ke Batam dan penyelundupan itu digagalkan BNN Kepri, Selasa, 2 Oktober 2018, Medcom.id - Anwar Sadat Guna

Batam: Upah yang menggiurkan membuat S, 30 dan I, 40 tergiur untuk menjadi kurir narkoba. Namun aksi mereka dihentikan Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah delapan kali menyelundupkan sabu-sabu ke Batam, Kepulauan Riau.

"Keduanya sudah sembilan kali beraksi dan masuk ke Batam membawa sabu-sabu. Namun di aksi mereka yang kesembilan berhasil kami gagalkan. Keduanya diringkus di depan Vihara Seipanas, Kota Batam, Jumat, 14 September 2018 sekira pukul 20.00 WIB," ungkap Kabid Berantas BNNP Kepri AKBP Bubung Pramiadi di Markas BNNP Kepri, Nongsa, Batam, Selasa, 2 Oktober 2018. 

Dalam operasi penangkapan terhadap keduanya, BNNP Kepri menyita narkotika golongan I jenis sabu. Sabu yang dikemas dalam bungkus plastik tersebut seberat 1.024  gram. Sabu itu terbungkus rapi dalam sebuah kemasan teh China.  

Bubung mengungkapkan, dalam setiap aksinya, dua tersangka S dan I berhubungan dengan kurir sabu di Malaysia. Keduanya bahkan beberapa kali mengambil barang haram tersebut ke Malaysia, melalui pelabuhan feri Stulang Laut. 

"Terdapat satu orang lagi bagian dari jaringan kedua tersangka ini berhasil ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri. Saat ini, tersangka tersebut diperiksa intensif," ujar Bubung. Meski identitasnya belum dapat disampaikan namun Bubung mengatakan bahwa tersangka tersebut berprofesi sebagai nakhoda kapal feri. 

"Tersangka tersebut nakhoda kapal feri tujuan Pelabuhan Batam Centre (Batam) ke Pelabuhan Stulang Laut (Malaysia). Dia ikut berperan menjemput dan membawa sabu dari Malaysia, selanjutnya diserahkan ke tersangka S dan I," jelas Bubung. 


(Konferensi pers penangkapan tersangka penyelundupan sabu dari Malaysia ke Kepri, Medcom.id - Anwar Sadat Guna)

Pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap dugaan keterlibatan jaringan lain. Dia menambahkan, tersangka S dan I melakoni perannya sebagai kurir sabu karena tergiur dengan upah yang diberikan bandar sabu. 

Upah yang biasanya diberikan ke kurir untuk sekali mengantar sabu, sambung Bubung, yakni sekitar Rp3 juta. "Jumlah tertinggi yang bisa diterima kurir sabu bisa mencapai Rp10 juta-15 juta. Bagi mereka yang tidak punya pekerjaan tetap, bisa saja tergiur oleh upah tersebut," ujarnya. 

Selama sembilan kali bertransaksi sabu, tambah Bubung, tersangka S dan I selalu berhubungan dengan jaringan yang sama di Malaysia. Kapan barang itu akan diambil dan diantar, akan disampaikan oleh jaringan yang ada di Malaysia. 

"Batam ini hanya sebagai tempat transit. Setibanya di Batam, sabu yang dibawa kedua tersangka selanjutnya dibawa ke berbagai wilayah di Indonesia. Mereka sudah bagian dari sindikat narkoba internasional," pungkas Bubung.    

Dari total barang bukti yang disita, sebanyak 990 gram dimusnahkan dan sebanyak 34 gram disisihkan untuk uji laboratorium dan persidangan. Atas perbuatannya tersebut, tersangka S dan I dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009  tentang Narkotika.

Selain kasus tersebut, BNNP Kepri juga berhasil menyita sabu dari tangan seorang tersangka berinisial R, 35, di pinggir Jalan Patimura seberang SPBU Kabil, Kota Batam. Sabu yang disita seberat 967 gram. 

Kasus lain yang berhasil diungkap yakni, penangkapan terhadap M, warga negara Malaysia membawa 239 gram. Pria ini ditangkap di pintu pemeriksaan x-ray Pelabuhan Ferry International Harbour Bay, Batam. 


(RRN)