Polisi Tangkap Muncikari & Penikmat Imigran Gigolo di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 10 Sep 2016 18:11 WIB
prostitusi
Polisi Tangkap Muncikari & Penikmat Imigran Gigolo di Batam
Sejumlah imigran tidur menggunakan tenda dan kain seadanya di depan kantor DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau Sabtu (20/8/2016) malam. Foto: Antara/M.N. Kanwa

Metrotvnews.com, Batam: Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Barelang menangkap BS, 35, pria yang diduga muncikari para imigran yang menjadi gigolo di Batam pada Jumat 9 September 2016. BS tidak sendiri. Polisi juga menangkap S, 31, penikmat kasus prostitusi tersebut.   

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengatakan, BS bersama wanita berinisial S kini dijebloskan dalam tahanan. Pria yang bertindak sebagai muncikari itu sempat dilepas polisi karena belum cukup bukti untuk menjeratnya.

Namun, polisi kembali menangkapnya setelah didapatkan bukti bahwa BS melanggar UU Perlindungan Anak. "Dia kami tangkap lagi karena sudah ada bukti melanggar UU Perlindungan Anak, dalam hal ini melakukan eksploitasi terhadap imigran berinisial J yang masih di bawah umur," kata Memo kepada Metrotvnews.com, Sabtu (10/9/2016). 

Memo menjelaskan, dalam kasus ini, BS awalnya menjanjikan imigran J bisa mendapatkan identitas diri berupa KTP agar bisa bekerja di Batam. Padahal, sesuai ketentuan, pencari suaka tidak berhak bekerja di Indonesia.  

Baca: Sepuluh Imigran Diduga Gigolo Ditangkap

Kesempatan itu lalu dimanfaatkan BS. Dia membantu J mendapatkan KTP di Batam dengan syarat mau menemani wanita-wanita di sebuah tempat yang ada di kawasan Jodoh, Batam. 

"J akhirnya mau menemani wanita tersebut karena dijanjikan KTP oleh pelaku. Dalam kasus ini, BS mengeksploitasi J untuk mendapatkan keuntungan pribadi," jelas Memo. 

Kasus ini makin terkuak ketika polisi menemukan bukti transfer uang dari seorang penikmat prostitusi yang melibatkan imigran. Uang itu, sambung Memo, ditransfer seorang penikmat berinisial S ke rekening BS untuk selanjutnya diberikan kepada J. 

"Satu orang penikmat, dalam hal ini S, kami amankan di kawasan Jodoh tadi malam. Buka hanya sekali, tetapi dia sudah beberapa kali menikmati jasa ini," ujarnya.

Baca: Tarif Kencan Imigran Gigolo Rp 20 Juta

Karena J masih di bawah umur, tambah Memo, pencari suaka tersebut tetap dilindungi UU di Indonesia, yakni UU Perlindungan Anak.

Diberitakan sebelumnya, imigrasi bersama kepolisian menangkap 11 imigran yang diduga terlibat dalam kegiatan prostitusi di Batam. Mereka diorganisasi seorang warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi gigolo di sejumlah pusat kebugaran di Batam. Tarif sekali kencan dengan para imigran gigolo tersebut mencapai Rp20 juta. 

Mereka kini ditahan di Rumah Detensi Imigrasi di Kantor Imigrasi Batam Centre untuk penyelidikan lebih lanjut.

 


(UWA)