Ratusan Anggota Satpol PP Batam Menuntut Status Pegawai

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 14 Sep 2016 14:28 WIB
satpol pp
Ratusan Anggota Satpol PP Batam Menuntut Status Pegawai
Anggota Satpol PP mendatangi Kantor Wali Kota Batam, MTVN - Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: Ratusan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendatangi Kantor Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu 14 September. Mereka menuntut pemerintah mengangkat mereka menjadi pegawai honorer.

Mereka merupakan anggota yang direkrut pada 2014. Mereka mengaku direkrut tanpa melalui prosedur penerimaan pegawai negeri sipil (PNS). Mereka juga sudah menyetor sejumlah uang pada oknum yang menjanjikan pekerjaan di Pemkot Batam.

"Kami datang ke sini untuk menanyakan status kami. Kami sudah lama terkatung-katung tanpa ada kejelasan, padahal pengorbanan kami sudah cukup banyak, tak hanya tenaga tapi juga materi," kata Marzal, anggota Satpol PP dalam aksinya. 

Sejak direkrut 2014 lalu, status ratusan Satpol PP tak jelas. Padahal mereka menjadi anggota melalui beberapa tahapan misalnya pelatihan dan tes urine.

"Kami ingin agar hasil tes urine tersebut diumumkan dan dapat menjadi dasar mengangkat kami menjadi pegawai," ujarnya. 

Marzal menuturkan, pihaknya sempat terkejut ketika mengetahui bahwa keberadaan mereka tidak diakomodir dalam APBD 2014 hingga APBD 2016. Tak ayal, hal itu membuat anggota Satpol PP tak menerima gaji selama berbulan-bulan dari Pemko Batam. 

Lantaran itu, Marzal dan kawan-kawan meminta Pemkot mempertimbangkan status mereka. 

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyatakan akan mempelajari aspirasi yang disampaikan perwakilan Satpol PP tersebut. Pihaknya belum dapat memberikan keputusan, karena perekrutan 825 anggota Satpol PP tersebut berlangsung sebelum dirinya menjadi wali kota Batam. Rudi terpilih menjadi Wali Kota Batam pada Januari 2016 lalu. 


(RRN)