Ayah Kandung Jadi Penasihat Hukum Tersangka Teror Bom

Farida Noris    •    Selasa, 30 Aug 2016 18:20 WIB
bom bunuh diri
Ayah Kandung Jadi Penasihat Hukum Tersangka Teror Bom
Identitas IAH dan barang bukti upaya pembunuhan terhadap Albert S. Pandiangan. Foto: Polresta Medan

Metrotvnews.com, Medan: Makmur Hasugian akan menjadi penasihat hukum dari IAH, 17, tersangka teror bom di Gereja Santo Yosep, Jalan Dr. Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara. IAH merupakan putra bungsu Makmur.

"Ya, saya sendiri nanti yang menjadi kuasa hukumnya langsung. Karena yang disangkakan polisi itu UU Teroris," kata Makmur, Selasa (30/8/2016).

Makmur juga telah menjenguk IAH yang ditahan di Mapolresta Medan. Dia menganjurkan IAH berterus terang mengenai kasus itu.

"Saya sudah minta (berterus terang). Karena tahulah kita menghadapi sifat anak-anak. Kalau tidak tenang, nggak mungkin dia terbuka," ujarnya.

Kasus yang menjerat IAH, kata Makmur, cukup membuatnya terganggu. Namun begitu, Makmur yang merupakan pengacara senior di Kota Medan itu tetap profesional menangani perkara yang dipegangnya.

"Tidak bisa dibilang tidak terganggu karena telepon terus berdatangan. Kita usahakan juga perkara yang kita tangani tetap kita jalankan," ujarnya.

IAH ditangkap usai menebar teror bom dan berupaya menyerang pemuka agama di Gereja Santo Yosep pada Minggu 28 Agustus pagi. Dia diduga ingin meledakkan bom yang dibawanya. Pemuda ini diringkus jemaat saat menyerang Pastor Albert S. Pandiangan dengan pisau. 

Polresta Medan telah menetapkan IAH sebagai tersangka kasus percobaan peledakan bom rakitan di Gereja Santo Yosep. IAH dijerat UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme dan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak. 

Selain itu, IAH juga dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.




(UWA)