Buronan Kasus Retribusi Parkir Siantar Dibekuk di Hotel

Farida Noris    •    Rabu, 07 Sep 2016 19:13 WIB
kasus korupsi
Buronan Kasus Retribusi Parkir Siantar Dibekuk di Hotel
Buronan kasus korupsi retribusi parkir Kota Siantar, Pancasila Sibarani (Foto: dok/istimewa)

Metrotvnews.com, Medan: Buronan kasus korupsi retribusi parkir Kota Siantar, Pancasila Sibarani, ditangkap. Petugas Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap Pancasila Sibarani di Hotel Arya Duta, Jakarta Selatan.

"DPO (daftar pencarian orang) atas nama Pancasila Sibarani ditangkap di Jakarta Selatan di Hotel Arya Duta, Selasa (6/9/2016) lalu dititip di Kejari Jakarta Selatan. Tadi malam, sekitar pukul 23.30 WIB telah sampai di Bandara Kualanamu," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Bobby Sandri, Rabu (7/9/2016).

Dia mengatakan, Sibarani, pengelola CV Siantar Trans, itu merupakan pihak ketiga selaku pengelola pengutipan retribusi parkir terhitung Juli hingga Desember 2015.? Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Pancasila Sibarani mengajukan gugatan praperadilan pidana (prapid) ke Pengadilan Negeri Siantar., pada Kamis 12 Mei 2016.

"Pada Selasa (7/6/2016), PN Siantar memutuskan dan memperkuat penetapan Pancasila Sibarani sebagai tersangka oleh Kejari Siantar sah di hadapan hukum," kata Bobby.?

Pada Selasa 14 Juni 2016, Kejari Siantar mengirimkan pengusulan status DPO terhadap Pancasila Sibarani ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

"Berselang dua bulan setelah mengirimkan usulan ke Kejati Sumut, Kejaksaan Agung kemudian telah menetapkan Pancasila dengan status DPO karena tersangka pada waktu itu langsung melarikan diri saat mengetahui putusan prapid," ujar dia.
?
Sementara itu, Kasubsi Penkum Kejati Sumut Yosgernold Tarigan mengatakan, tersangka sempat dititipkan di sel tahanan Kejari Jakarta Selatan. Tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, pada Selasa 6 September kemarin, Sibarani langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Pematangsiantar.

"Dalam kasus ini, Pancasila Sibarani menjadi tersangka yang menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp1,1 miliar. Dia baru beberapa hari berada di hotel itu. Saat penangkapan terhadap Pancasila tidak ada perlawanan. Tadi siang dia sudah dibawa ke Lapas Pematangsiantar," pungkas dia.


(TTD)