Lima Korban Ledakan Bom Paskhas Dirawat Intensif

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 21 Jul 2017 14:36 WIB
tni
Lima Korban Ledakan Bom Paskhas Dirawat Intensif
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Lima korban ledakan amunisi milik Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU yang terjadi di Dusun Karya Tama, Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, masih dirawat intensif di RSUD Pasir Pangaraian, Rohul. Heru, satu dari lima korban, malah belum bisa keluar dari ruang ICU. 

"Kondisi (Heru) sempat kritis akibat luka terkena serpihan bom yang meledak. Tadi kami dapat informasi dari tim medis, kondisinya mulai agak membaik," kata Deni, warga Rohul yang sempat mendatangai RSUD Pasir Pangaraian untuk melihat kondisi para korban, saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat, 21 Juli 2017.

Ia mengatakan, Heru mulai sedikit bisa diajak berkomunikasi. Meski demikian, tim medis masih membatasi kerabat yang datang membesuk karena korban masih dalam penanganan medis. 

"Kalau kondisinya membaik akan dipindahkan ke ruang perawatan," kata Deni. Adapun empat korban lainnya, yaitu; Anto, Asep Sofyan, Yudi Wiharjo, dan Reni Cahyadi saat ini masih dirawat di Ruang Rawat Cempaka, RSUD Pasir Pangaraian.

Keempatnya mengalami luka ringan hingga berat. Namun seorang di antaranya, sambung Deni, sudah diperbolehkan pulang hari ini karena kondisinya membaik. "Ada satu korban hari ini yang sudah diizinkan pulang," ujarnya.

Sedangkan satu korban meninggal dalam kejadian tersebut, yaitu Suwanda, 26, sudah dimakamkan pihak keluarga malam tadi sekira pukul 23.30 WIB. 

"Suasana di RSUD Pasir Pangaraian agak ramai karena beberapa anggota Paskas TNI AU silih berganti datang membesuk para korban," ujarnya. 

Sementara itu, Kapolres Rohul AKBP Yusuf Rakhmanto yang dihubungi Metrotvnews.com belum dapat memberikan keterangan karena sedang melakukan pertemuan dengan anggota Paskas TNI AU di Rohul.

"Bapak lagi ada pertemuan dengan Paskhas TNI AU usai salat Jumat jadi belum bisa memberikan keterangan," kata ajudan Kapolres Yusuf kepada Metrotvnews.com. 


(ALB)