TNI AL Tangkap 2 Kapal Tanker Buruan Malaysia

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 25 Apr 2017 15:39 WIB
kapal asing
TNI AL Tangkap 2 Kapal Tanker Buruan Malaysia
Tim WFQR IV menginterogasi para ABK kapal yang kabur dari perairan Malaysia

Metrotvnews.com, Batam: Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang menangkap 2 kapal tanker, MT Brama Ocean 314 GT dan MT Orca 127 GT. Dua kapal tanker itu merupakan tahanan Agency Penguatkuasaan Maritim Malaysia dari Tanjung Penyusop, Kota Tinggi Malaysia.

Peristiwa berawal saat APMM Malaysia mengirim informasi kepada Lantamal IV bahwa MT Brama Ocean, berbendera Malabo, dan MT Orca, berbendera Fiji, telah dilarikan oleh nakhoda kapal.

Informasi itu langsung ditindaklanjuti Danlantamal IV Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno. Dia memerintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan data terhadap adanya kemungkinan MT Brama Ocean dan MT Orca berlayar masuk ke perairan Batam.

"Selain di Batam, saya juga memerintahkan untuk mencari di perairan Bintan dan Tanjungbalai Karimun," ungkap Eko, di Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Selasa, 25 April 2017. 

Tak hanya itu, Eko menyiapkan unsur patroli dan membuat sektor penyekatan oleh unsur-unsur patroli di wilayah perairan Batam, Bintan, dan Karimun terkait informasi intelijen tersebut. Kemudian pihaknya menyekat perairan Selat Riau, Utara Batam, dan Selat Durian. 

"Wilayah ini yang kami perkirakan akan dilintasi kedua kapal tersebut," kata Eko.

Tidak ingin buruannya kabur, seluruh unsur patroli dan jaringan intelijen yang tergelar di laut melaksanakan tugas di sektor masing-masing. Eko menjelaskan, pihaknya mengerahkan sejumlah kekuatan untuk memburu target operasi tersebut. 

"Akhirnya tim menemukan titik terang keberadaan MT Brama Ocean dan MT Orca, yang kabur dari tahanan Malaysia, Minggu 23 April 2017," jelas Eko.

Tim WFQR IV bergerak cepat dengan menggunakan Sea Rider melaksanakan penyesiran di sekitar Tanjung Uma, Batam.

Eko menambahkan, dari kejauhan Sea Rider WFQR IV melihat siluet kapal mini tanker mencurigakan berada di perairan Tanjung Uma dan berupaya mendekat ke kapal tanker untuk melakukan pemeriksaan. 

Berbekal data-data kapal yang dikirimkan APMM Malaysia, tambah Eko, ciri-ciri kapal tersebut mempunyai kesesuaian dan kecocokan dengan data APMM.

"Namun ada beberapa bagian telah dicat untuk menghilangkan identitas kapal dan akhirnya dilaksanakan pemeriksaan terhadap kapal MT Orca, saat dilaksanakan pemeriksaan posisi kapal sedang lego jangkar di perairan Tanjung Uma Batam," tambah Eko.

WFQR IV berhasil mengorek keterangan dari seorang ABK bahwa seluruh ABK berjumlah 6 orang, namun terdapat 5 orang ABK lainnya telah turun ke darat. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata kapal MT Brama Ocean sandar di kapal MT Orca. 

Eko menegaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap para ABK bahwa kedua kapal tersebut melarikan diri dari tahanan APMM Malaysia atas perintah nakhoda MT Brama Ocean berinisial A, 30. 

"Modus kejahan mereka adalah membawa kedua kapal yaitu MT Orca dan MT Brama Ocean masuk ke perairan Batam pada Sabtu 22 April, dengan cara MT Orca menggandeng MT Brama Ocean kabur dari Malaysia menuju perairan Tanjunguma Batam," tegasnya. 

Sampai saat ini kedua kapal yakni MT Orca dan MT Brama Ocean diamankan di Dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna proses lebih lanjut.



(ALB)