Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Pulau Kubung Batam

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 10 Apr 2018 15:36 WIB
Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Pulau Kubung Batam
Personel WFQR Lanal Batam mengambil sampel dan menyelidiki temuan limbah minyak hitam yang mencemari pantai Pulau Kubung, Batam, Provinsi Kepri, Selasa, 10 April 2018.

Batam: Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Batam bersama dengan Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Silumba dan Pos TNI AL (Posal) Telagapunggur Lanal Batam menyelidiki temuan limbah minyak hitam yang mencemari perairan pantai dan sungai Pulau Kubung, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Batam, Selasa, 10 April 2018.

Limbah minyak hitam yang mencemari kawasan itu diketahui ketika masyarakat hendak beraktivitas di laut. Pemandangan itu dirasa warga sangat mengganggu. Mereka tidak dapat beraktivitas, khususnya warga yang berprofesi sebagai nelayan. 

Temuan itu langsung dilaporkan kepada jajaran TNI AL. Mendapatkan informasi dari warga, personel Posal Telagapunggur dan Unit Intelijen Lanal Batam dengan menggunakan Patkamla Silumba bersama Tim WFQR Lanal Batam langsung menuju lokasi.

Komandan Lanal Batam, Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan, mengatakan, personel WFQR Lanal Batam dan tim langsung turun menyisir sekitar perairan Pulau Ngenang, Pulau Kasam, Pulau Todak, dan Pulau Bagan. 

Sesampainya di lokasi, tim menemukan limbah minyak hitam mencemari beberapa pulau. "Di beberapa lokasi, limbah tersebut tinggal sisa-sisanya saja. Di pulau atau lokasi lainnya ada yang sudah tidak tampak limbah lagi seperti yang dilaporkan warga," ujarnya.

Iwan mengatakan, dugaan sementara, minyak berasal dari limbah minyak bekas atau lensen kapal yang melaksanakan kegiatan pembersihan tangki kotor. Aktivitas tersebut diduga dilakukan di sekitar out port limit (OPL). 

"Sehingga pada saat air laut pasang, limbah minyak tersebut terbawa arus ke pantai sekitar pulau-pulau tersebut," ujarnya. 
Saat ini, sambung Iwan, tim WFQR telah mengambil sampel limbah minyak tersebut untuk dilaksanakan pengecekan.  "Kita ingin tahu jenis minyaknya. Ini juga untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.

Iwan menambahkan, Lanal Batam sejauh ini telah memetakan atau mapping terhadap wilayah maupun pulau yang rawan tercemar limbah minyak yang diakibatkan oleh kapal yang membuang minyak bekas. "Pemetaan kami lakukan khusus di wilayah kerja Lanal Batam," urainya.
 
Terkait temuan limbah minyak hitam tersebut, tambah Iwan, Lanal Batam akan berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Batam untuk menyikapi permasalahan limbah minyak tersebut. 

"Proses penyelidikan masih berlangsung. Sampel minyak hitam juga akan diuji lebih lanjut. Temuan ini akan kami koordinasikan dengan instansi terkait," tambahnya.

Untuk mencegah dan mengantisipasi pencemaran tersebut terulang, jajaran Lanal Batam bersama dengan personel Lantamal IV dan Lanudal Tanjungpinang serta Wing Udara TNI AL secara rutin melaksanakan patroli dan monitoring udara.

"Patroli yang kami lakukan juga sekaligus untuk melaksanakan pemetaan terhadap titik temuan limbah minyak di wilayah Pulau Batam," pungkasnya. 
(ALB)