Dua Tersangka KM Sinar Bangun Segera Diadili

Puji Santoso    •    Rabu, 12 Sep 2018 20:06 WIB
kecelakaan kapal
Dua Tersangka KM Sinar Bangun Segera Diadili
Tim SAR gabungan mengangkat perlengkapan selam saat pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara. ANT/Irsan Mulyadi.

Medan: Berkas dua tersangka KM Sinar Bangun sudah lengkap alias P21. Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tinggal menunggu tahap dua, yaitu penyerahan barang bukti dan tersangka untuk segera disidangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan, dua berkas tersangka KM Sinar Bangun yang telah mereka terima adalah nahkoda sekaligus pemilik KM Sinar Bangun, Poltak Saritua Sagala, dan Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra.

"Dua berkas itu sudah kita P21-kan, tinggal menunggu dari penyidik untuk melimpahkan ke kita tahap duanya, yaitu barang bukti dan tersangkanya," katanya kepada wartawan di kantornya Rabu 12 September 2018. 

Sumanggar menjelaskan, apabila tahap kedua dari penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sumut sudah menyerahkan barang bukti dan tersangka, maka akan segera dilimpahkan pihaknya ke PN Medan.

"Jadi, kita menunggu tahap dua dari penyidik Polda Sumut. Setelah itu akan kita limpahkan berkas perkaranya ke PN Medan," jelasnya.

Disinggung mengenai berkas tersangka lainnya, Sumanggar menambahkan, berkas tersangka lainnya masih mereka teliti karena masih ada yang kurang lengkap.

"Berkas yang lain masih kita teliti kelengkapannya secara yuridisi, makanya kita kembalikan ke penyidik," tambahnya.

KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) tujuan Tigaras (Simalungun), Senin 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.30 WIB. Kapal kayu ini tenggelam sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Tigaras. Kapal tenggelam diduga akibat kelebihan muatan. 

Sampai dihentikannya pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, tim SAR gabungan mengevakuasi 24 orang. 21 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan 3 orang lainnya tewas. Sementara 164 orang dinyatakan hilang.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian sudah menetapkan 5 orang tersangka. Kelima tersangka adalah Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahan, Nakhoda Kapal Motor Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala.

Kemudian Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra dan Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp1,5 miliar. 


(ALB)