Disdik Bantah Video Viral Guru Pukul Murid di SMPN 10 Pangkalpinang

Rendy Ferdiansyah    •    Senin, 06 Nov 2017 14:26 WIB
kekerasan
Disdik Bantah Video Viral Guru Pukul Murid di SMPN 10 Pangkalpinang
Ilustrasi bullying--Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pangkalpinang: Dunia pendidikan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) khusus Pangkalpinang tercoret. Video tindak kekerasan guru terhadap muridnya viral di media sosial (medsos) baru-baru ini.

Menanggapi video berdurasi 33 detik itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Edison Taher angkat bicara. Dia membantah pemukulan di dalam video itu terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Pangkalpinang.

"Saya kaget mengetahui ada video, itu, tapi saya pastikan kejadian tersebut bukan di SMPN 10 Pangkalpinang,"kata Edison.

Menurut Edison, ruang kelas di SMPN 10 berbeda dengan yang ada di dalam video. Lubang pada ventilasi di dalam video berbentuk vertikal. Sedangkan ventilasi pada SMPN 10 berbentuk horizontal.

Warna temboknya pun berbeda. Di video, warna tembok hijau. Sedangkan tembok ruang kelas SMPN 10 bukan hijau.

"Intinya ruang kelas tempat oknum guru memukul muridnya itu tidak sama dengan ruang kelas yang ada di SMPN 10 Pangkalpinang,"ujarnya.

Edison mengaku seorang siswa SMPN 10 Pangkalpinang pernah dipukuli gurunya. Sang guru tidak bisa mengendalikan diri lantaran selama dua hari berturut-turut diejek oleh muridnya.

"Berdasarkan keterangan, guru itu sudah dua hari diejek oleh muridnya dengan memangil namanya langsung. Pas hari kedua baru ketahuan, dan sepertinya emosi tidak terkontrol sehingga terjadilah pemukulan itu," ungkap Edison.

Dikatakan Edison masih berdasarkan keterangan kepala sekolah, murid tersebut, memang sedang dalam keadaan sakit. Ada bisul di pantat sehingga suhu badannya memang panas.

"Setelah pemukulan, langsung dibawa ke pukesmas ditemani kepala sekolah. Saat itu sudah tidak ada masalah. Tetapi kemudian orang tuanya datang lagi sehingga di bawa ke rumah sakit. Kita lihat seperti apa kondisinya. Apakah pusing karena akibat pemukulan atau akibat dari bisul yang di derita si anak murid tersebut," ucap Edison.

"Saat kejadian itu, murid atau korban mengenakan seragam olah raga. Tapi di video, justru mengenakan seragam putih biru. Jumlah yang di pukul pun, di video, lebih dari satu orang,"tuturnya.

Edison menyebutkan buntut pemukulan siswa di SMPN 10, orang tua korban dan guru berdamai. Anggota Polsek Bukit Intan, sekolah, Komite Sekolah, dan Dinas Pendidikan menyaksikan perdamaian kedua pihak.

"Sudah tidak ada masalah lagi, mereka sudah berdamai, dengan surat perdamaian yang ditandatangani orang tua korban," terangnya.

Heri, orang tua korban yang dipukuli di SMPN 10 itu, membenarkan kejadian tersebut. Heri juga menyatakan tak mempermasalahkan lagi peristiwa tersebut.

"Ya benar sudah damai. Sekarang anak kami sudah bersekolah lagi di SMP itu," kata Heri.


(ALB)