2 Buron Kasus Korupsi Bank Sumut Diminta Menyerahkan Diri

Farida Noris    •    Jumat, 04 Nov 2016 15:21 WIB
kasus korupsi
2 Buron Kasus Korupsi Bank Sumut Diminta Menyerahkan Diri
Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut, Irwan Pulungan, saat diinterogasi. Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Dua buron kasus dugaan korupsi dana pengadaan sewa mobil dinas dan operasional Bank Sumut yang merugikan negara Rp10,8 Miliar, diminta beritikad baik. Mereka diimbau menyerahkan diri mengikuti langkah Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut, Irwan Pulungan.

"Setelah Irwan Pulungan menyerahkan diri, kita tetap mencari dua tersangka lainnya yang masuk dalam daftar pencarian irang (DPO) kita," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Bobbi Sandri, Jumat (4/11/2016).

Bobbi mengatakan dua buron itu antara lain Pejabat Pembuat Komitmen Bank Sumut, Zulkarnain, dan seorang rekanan atau penyedia jasa Direktur CV Surya Pratama, Haltatif.

"Kita imbau keduanya kooperatif dan menyerahkan diri. Karena jika mereka terus bersembunyi‎ dan tidak mau menyerahkan diri, ini nanti akan memberatkan mereka menghadapi proses hukum nanti," urainya.

Pada Jumat 21 Oktober, Irwan Pulungan menyerahkan diri ke Kejati Sumut. Didampingi keluarga, Irwan mendatangi gedung Adhyaksa setelah hakim Pengadilan Negeri Medan menolak permohonan praperadilan yang diajukannya melalui tim kuasa hukum.

Saat sidang di Pengadilan Negeri Medan, hakim tunggal Riana Pohan menolak permohonan praperadilan yang diajukan Irwan. Hakim berpendapat penyidik Kejati Sumut telah sesuai aturan menetapkan Irwan sebagai tersangka dan patut ditahan.

Dalam kasus ini, Irwan bersama Zulkarnaen dan Haltatif telah dipanggil oleh penyidik sebanyak lima kali, yakni tiga kali dipanggil sebagai tersangka dan dua kali dipanggil sebagai saksi. Namun, ketiganya tak memenuhi panggilan sehingga Kejati menetapkan mereka sebagai DPO.


(UWA)