Polisi Temukan 400 Bom Molotov di Lokasi Eksekusi di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 08 Nov 2016 21:53 WIB
eksekusi rumah
Polisi Temukan 400 Bom Molotov di Lokasi Eksekusi di Batam
Polisi menemukan ratusan bom molotov di lokasi eksekusi di Bengkong Sadai, Batam, Selasa (8/11/2016). Foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: Polisi menemukan sekitar 400 bom molotov siap pakai saat mengawal eksekusi lahan di Bengkong Sadai, Batam, Selasa 8 November 2016. Ratusan bom molotov itu ditemukan dalam sebuah rumah milik warga. 

Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika mengatakan, bom molotov itu diduga sudah dipersiapkan warga untuk menyerang petugas yang mengawal pelaksanaan eksekusi. 

"Ratusan bom molotov itu kita temukan di rumah warga. Saat itu polisi mendobrak pintu rumah karena ada warga menyerang petugas dari dalam rumah," kata Helmy di RS Bhayangkara Polda Kepri.

Ia mengatakan puluhan bom molotov sudah digunakan warga untuk menyerang petugas. Sebagian di antaranya mengenai rumah warga di Perumahan Glori Home. 

"Rumah warga terbakar terkena bom molotov. Mungkin saat melempari petugas, molotov itu tak sampai mengenai petugas dan jatuhnya ke arah rumah warga di Glori Home," kata Helmy. 

Ia tak bisa membayangkan jika 400 bom molotov tersebut digunakan warga untuk menyerang polisi.

Dalam peristiwa ini, polisi menangkap empat orang diduga pelaku penyerangan. Keempatnya, sambung Helmy, diperiksa di Reskrim Polresta Barelang. 

"Hasil pemeriksaan sementara, mereka bukan warga Bengkong Sadai. Akan kita dalami apa motif mereka ada di lokasi dan ikut menyerang polisi," kata Helmy. 

Pihaknya juga akan mendalami apakah keempat pelaku terkait dengan penemuan 400 bom molotov di rumah warga. Selain bom molotov, polisi juga emnyita ketapel dan sejumlah senjata tajam di rumah warga yang akan dieksekusi. 

Diberitakan sebelumnya, eksekusi lahan di Kampung Harapan Swadaya, Bengkong Sadai, Batam, berakhir rusuh. Ribuan warga melawan petugas dengan melemparkan batu, botol, kayu, dan petasan. 

Polisi membalas dengan menembakkan gas air mata. Tiga orang anak terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena terpapar gas air mata. Beberapa warga terluka akibat terkena lemparan batu. Situasi baru dapat kendalikan ketika polisi memukul mundur warga sekira pukul 15.30 WIB.



(UWA)