Pembunuh Sadis Siswi SMP Divonis 9,5 Tahun

Farida Noris    •    Senin, 19 Sep 2016 16:33 WIB
pembunuhan
Pembunuh Sadis Siswi SMP Divonis 9,5 Tahun
Terdakwa saat mendengarkan vonis hakim di PN Medan, Sumut, Senin (19/9/2016). (Metrotvnews.com/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Medan: Pria 16 tahun itu hanya bisa tertunduk di kursi pesakitan. Pemilik inisial FNRWG alias Wanta itu dijatuhi hukuman sembilan tahun enam bulan penjara. Dia dinyatakan terbukti melakukan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian korban Sandra Yolanda Duha, 13, serta mencabulinya.

Putusan itu dibacakan ketua majelis hakim tunggal Erintuah Damanik dalam persidangan terbuka untuk umum di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan, Selasa 19 September. Keluarga terdakwa dan keluarga korban juga menyaksikan persidangan itu.

Baca: Pembunuh Siswi SMP di Medan Masih Bocah

"Menyatakan anak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam keadaan memberatkan dan dengan kekerasan melakukan perbuatan cabul sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum kesatu dan kedua," ucap Erintuah Damanik dalam amar putusannya.

Hakim memandang masih ada perbuatan yang meringankan hukuman terdakwa. Yakni, mengakui perbuatannya serta bersikap sopan selama persidangan. Adapun yang memberatkan, perbuatan terdakwa sangat sangat sadis, di luar batas kemanusiaan, serta menimbulkan duka mendalam bagi keluarga.

Menanggapi putusan itu, JPU menyatakan pikir-pikir. Sementara, terdakwa melalui penasehat hukumnya menerima putusan itu.

Usai persidangan, keluarga korban langsung mengejar terdakwa. Mereka berusaha memukuli terdakwa dengan menarik bajunya. Beruntung pengawal tahanan langsung membawanya ke ruang tahanan sementara PN Medan.

"Kejam kali kau membunuh anak kami. Anak-anak tapi begitu perbuatan kau," ujar saudara korban sambil berlinang air mata. 

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umun (JPU) Sindu menuntut terdakwa selama 10 tahun penjara. Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dan diancam dalam Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian dan Pasal 82 UU Perlindungan Anak.

Bermain ponsel

Dalam dakwaan jaksa, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (13/8/2016) di perladangan Jalan Jamin Ginting, Medan. Saat itu, pelaku melihat korban SYD, siswi SMP Bherlind School, duduk di sebuah pondok. SYD yang baru pulang sekolah tengah memainkan telepon selulernya.

Baca: Siswi Ditemukan Tewas di Medan masih Mengenakan Seragam SMP

Kondisi jalan sepi. Pelaku lalu mendekati korban. Dia berpura-pura meminta diantarkan ke Pancur Batu. Namun, permintaan itu ditolak korban. Terdakwa lantas berjalan ke bagian belakang korban, dan berusaha membekap mulutnya.

Terdakwa menarik korban ke semak-semak berjarak sekitar 10 meter dari pondok. Korban berusaha melawan dengan cara menggigit lengan pelaku. Karena mendapat perlawanan, pelaku langsung menikam rusuk korban sebanyak dua kali, karena masih meronta ia pun menikamkan pisau ke leher kiri korban.

Pelaku lalu memperkosa korban dalam keadaan tak berdaya. Setelah itu pelaku mengambil ponsel dan melarikan diri meninggalkan korban dengan pisau masih tertancap di leher.


(SAN)