BNNP Jamin Pelapor Kasus Narkoba Tak Dijadikan Saksi

Budi Warsito    •    Kamis, 08 Sep 2016 17:26 WIB
narkoba
BNNP Jamin Pelapor Kasus Narkoba Tak Dijadikan Saksi
Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Medan: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara Brigjend Andi Loedianto mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan peredaran narkoba yang ada di lingkungan sekitarnya ke penegak hukum.

"Apabila tidak dilaporkan, masyarakat malah melanggar hukum. Karena hal itu sudah diatur dalam Pasal 128 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," kata Andi saat Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada Jurnalis, di Kota Medan, Kamis (8/9/2016).

Saat ini, kata dia, banyak masyarakat yang enggan melaporkan peredaran narkoba karena takut dijadikan saksi atau dianggap sebagai informan penegak hukum. Selain itu, apabila ada keluarga yang diketahui memakai narkoba dan dilaporkan, dianggap membongkar aib keluarga. Hal-hal tersebut dianggap Andi sebagai pembiaran penyalahgunaan narkoba.

"Padahal, lebih baik pihak keluarga melaporkan. Daripada tertangkap saat razia. Untuk pelapor sebenarnya juga sudah diatur dalam UU. Pelapor tidak dijadikan saksi, bahkan identitas dan alamatnya dirahasiakan. Yang dijadikan saksi adalah petugas yang menangkap. Ini tercantum di Pasal 99 KUHAP," katanya.

Dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, peran keluarga menurut Andi memang sangat sentral. Karena, pemakai narkoba yang masih di bawah umur dan yang cukup umur, menjadi tanggung jawab keluarga.  

"Keluarga harus berperan aktif dalam upaya pengobatan dan pemulihan. Kita minta kesadaran masyarakat," kata Andi.


(UWA)