Pengemudi Angkutan Online di Medan Mengaku Sering Diintimidasi

Farida Noris    •    Selasa, 19 Dec 2017 11:21 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Pengemudi Angkutan <i>Online</i> di Medan Mengaku Sering Diintimidasi
Pengemudi angkutan online di Kota Medan berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut -- medcom.id/Farida Noris

Medan: Sejumlah pengemudi angkutan online di Medan, Sumatera Utara, mengaku sering mendapatkan intimidasi. Selain itu, ada zona larangan bagi pengemudi angkutan online mengambil penumpang, seperti di bandara dan stasiun.

Lebih dari 200 pengemudi angkutan online di Kota Medan berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut pada Senin, 18 Desember 2017. Mereka menuntut agar tidak lagi diperlakukan sewenang-wenang dan dilibatkan dalam penyusunan regulasi terkait angkutan online.

"Selama ini kami hanya menerima informasi lewat media. Sementara, implementasi peraturan itu tak jarang diwarnai penyimpangan di lapangan. Bahkan, untuk proses pendaftaran ke badan hukum kami diminta membayar biaya pendaftaran dan lain-lain," kata pengurus Asosiasi Driver Online (ADO) Medan Syaiful Bahri.

Para pengemudi juga meminta agar perusahaan penyelenggara angkutan online tidak berlaku arogan. Semisal, dengan menghentikan pengemudi secara sepihak dan sewenang-wenang.

"Pemutusan mitra sering dilakukan tanpa peringatan. Perlakukan kami seperti karyawan, bukan mitra secara sewenang-wenang," sambung Syaiful.

Pengunjuk rasa juga menuntut agar dibuat keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Perusahaan diminta tidak lagi menerima pengemudi agar terjadi persaingan sehat di lapangan.


(NIN)