Penyelundupan 1 Kg Ganja ke Lapas Bengkalis Digagalkan

ant    •    Kamis, 09 Aug 2018 14:20 WIB
penyelundupan
Penyelundupan 1 Kg Ganja ke Lapas Bengkalis Digagalkan
ilustrasi

Bengkalis: Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkalis, Riau menggagalkan upaya penyelundupan 1 kilogram ganja ke dalam rumah tahanan setempat.

"Kita berhasil menyita narkoba yang diduga jenis ganja kering dalam sebuah plastik yang diperkirakan seberat 1 kg dari salah satu sel tahanan," kata Kalapas Bengkalis Agus Pritiatno, di Bengkalis, Kamis, 8 Aguatus 2018. 

Agus mengungkapkan informasi tersebut didapatkan dari sejumlah tahanan bahwa ada narkoba masuk ke dalam lapas. Kemudian petugas merazia sejumlah kamar tahanan blok A yang merupakan khusus narapidana yang tersangkut perkara narkoba.

"Petugas menemukan bungkusan plastik hitam di dalam kamar blok A nomor 12, Selasa sore 7 Agustus 2018. Kemudian Salah seorang warga binaan berinisial B mengakui kepemilikan barang dalam bungkusan plastik tersebut," kata Agus. 

Dijelaskan Kalapas, setelah mengamankan B pihaknya langsung menghubungi Satnarkoba Polres Bengkalis dan kemudian sejumlah anggota kepolisian datang membuka palstik berwarna hitam tersebut dan ternyata berisi ganja kering.

"Isi dari bungkusan tersebut memang tidak kita buka, setelah petugas kepolisian datang baru mereka membuka yang isinya ternyata ganja kering," ujar Agus. 

Dari pengakuan B, barang haram tersebut diselundupkan ke dalam lapas dibantu bersama dua rekannya berinisial ZH dan A yang juga merupakan warga binaan lapas Bengkalis.

"Mereka memiliki peran masing-masing, A merupakan tamping (kepala pekerja) bertugas membuang sampah berperan membawa bungkusan tersebut dari luar dan kemudian diserahkan ke B untuk disimpan, sementara ZH merupakan pemilik barang," papar Agus. 

Diungkapkan, tamping ini memang ada di setiap lapas dan bertugas membantu pekerjaan di areal lapas, kesempatan ini digunakan oleh A menyelundupkan barang haram tersebut.

"Ketiga pelaku merupakan tahanan narkoba dan dua di antaranya divonis hukaman penjara 15 tahun, satu orang lagi akan bebas dalam waktu dekat," ujarnya.

Atas kejadian ini Lapas akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap warga binaan dan mengakui kejadian ini merupakan kelalaian petugas dalam mengawasi peredaran narkoba terhadap tamping yang bertugas di Lapas Bengkalis.

"Ketiga warga binaan tersebut saat ini di tahan dalam trap sel dan kasus ini ditangani oleh Satnarkoba untuk penyelidikan lebih lanjut," ucapnya.



(ALB)