Ratusan Rumah dan Lahan Pertanian di Tanjung Pura Terendam Banjir

Farida Noris    •    Jumat, 07 Apr 2017 19:40 WIB
banjir
Ratusan Rumah dan Lahan Pertanian di Tanjung Pura Terendam Banjir
Ratusan rumah terendam banjir --MTVN/Farida--

Metrotvnews.com, Langkat: Ratusan rumah di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, terendam banjir, Jumat 7 April 2017. Kondisi itu disebabkan Sungai Batang Serangan meluap usai hujan deras yang mengguyur wilayah itu.

Banjir diperparah dengan jebolnya dua tanggul yang berada di Dusun 8, Desa Pekubuan dan Desa Pematang Cengal Barat, Kecamatam Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Tak hanya pemukiman penduduk yang terdampak, banjir juga meluluh-lantakkan 90 hektare lahan pertanian milik warga. 

Camat Tanjung Pura Suryanto mengatakan, dari data sementara, kurang lebih 300 Kepala Keluarga (KK) di Desa Cengal Barat dan 68 KK di Desa Pekubuhan terdampak banjir. Dia memperkirakan jumlah yang terdampak banjir terus bertambah mengingat pendataan belum selesai.

"Kita belum bisa memastikan berapa KK yang rumahnya terkena banjir. Pendataan masih berjalan, kemungkinan jumlahnya terus bertambah karena di daerah DAS belum terhitung. Cuaca memang agak ekstrem, dan hujan terus turun. Kita meminta agar masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Sementara itu, Riyal, 34 salah seorang warga mengatakan, banjir sudah menjadi langganan di kampung mereka. Banjir kali ini, katanya, air kiriman dari hujan gunung yang terjadi di hulu sungai. 

"Sudah menjadi langganan di daerah ini banjir. Tapi kali ini sangat deras. Dari subuh air sudah naik. Beberapa warga yang memang tidak mengetahui datangnya air harus merelakan barang-barang rumah tangga mereka terendam air," urainya.



Menurutnya, ketinggian air, mulai dari selutut orang dewasa hingga sekitar 1,8 meter, tergantung lokasi pemukiman warga. Meski ketinggian air cukup menghawatirkan dan hujan terus menerus, namun beberapa warga lebih memilih untuk menetap di rumah mereka masing-masing. 

"Bervariasi tingginya. Ada selutut ada juga sampai ke jendela rumah. Banyak warga yang tidak mengungsi, mereka khawatir harta benda mereka hilang jika ditinggal. Ada juga beberapa warga yang sudah mengungsi ke rumah keluarga mereka," sebutnya.

Sementara, warga lainnya Surya mengatakan wilayah itu sudah berulangkali banjir. Karena itu dia berharap pemerintah setempat dapat memberikan solusi agar banjir tidak menjadi langganan menimpa kampung mereka. 

"Tiap hujan sudah banjir. Kalau pindah, mau ke mana? Karena tidak ada pilihan, makanya kami bertahan tinggal di wilayah ini. Lagi pun harusnya pemerintah harus ada solusi. Bagaimana supaya kampung kami ini tidak langganan banjir," ucapnya.


(ALB)