Unsri Lepas Tanggung Jawab Terkait Kasus DI

Alwi Alim    •    Rabu, 13 Sep 2017 17:46 WIB
ujaran kebencian
Unsri Lepas Tanggung Jawab Terkait Kasus DI
Rektor Universitas Sriwijaya Anis Sagaff (batik cokelat) -- MTVN/Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Kasus penghinaan ibu negara Iriana Joko Widodo yang dilakukan DI, 26, dilatar belakangi kurangnya kemampuan bertutut bahasa. Kasus ini harus dijadikan pelajaran bagi yang lain agar lebih bijak menggunakan media sosial, terutama dalam menyampaikan pendapat.

"Kami harap kejadian ini tidak terulang lagi. Selain itu, mahasiswa juga diminta menjaga moral dan etika," kata Rektor Universitas Sriwijaya Anis Sagaff di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 13 September 2017.

Menurut Anis, perbuatan DI harus dipertanggungjawabkan secara pribadi, bukan institusi. Seperti diketahui, DI adalah mahasiswa Universitas Sriwijaya.

"Kami tentunya lepas dari tanggung jawab karena ini bukan kelompok, tapi perorangan. Selain itu, mahasiswa juga tidak kebal hukum. Jadi, kami harapkan ini menjadi sebuah pelajaran," pungkasnya.

(Baca: Penyebar Ujaran Kebencian terhadap Ibu Negara Dibekuk di Palembang)

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnaen Adinegara menambahkan, kasus DI saat ini masih dikembangkan Polda Jabar. Sejauh ini, baru DI yang ditetapkan sebagai pelaku.

"Kami juga masih menunggu hasil pengembangan dan penyelidikannya," pungkasnya

Sebelumnya, DI ditangkap di Palembang pada 11 September 2017. Ia ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian dan penghinaan terhadap ibu negara Iriana Joko Widodo.

(Baca: Polisi Tangkap Penghina Ibu Negara)

Pada 7 September 2017, polisi menemukan unggahan DI melalui akun Instagram @warga_biasa. DI mengunggah foto ibu negara disertai dengan kata-kata yang tidak patut.
 
Setelah mendapat informasi, polisi terbang ke Palembang untuk melakukan penangkapan. DI ditangkap di rumah orang tuanya dan kini ditahan di Polrestabes Bandung.
 
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti dua telepon genggam beserta sim card, dan satu bendera ormas tertentu.

 


(NIN)