69 Titik Panas Terdeteksi di Pulau Sumatera

Antara    •    Jumat, 04 Aug 2017 10:56 WIB
kebakaran lahan dan hutan
69 Titik Panas Terdeteksi di Pulau Sumatera
Helikopter MI-17 milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara di Desa Lebak Deling, Pangkalan Lampam, Ogan Komering Ilir. (Antara/Nova Wahyudi)

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Jumat pagi, 4 Agustus 2017 mendeteksi peningkatan jumlah titik panas di wilayah Provinsi Riau menjadi 27 titik. Atau meningkat 10 titik dibanding kemarin, berdasarkan pencitraan Satelit Terra dan Aqua.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi menjabarkan dari 27 titik panas mayoritas berada di Kabupaten Pelalawan dengan 16 titik panas.

Selanjutnya titik panas turut terpantau di Indragiri Hilir tujuh titik, Indragiri Hulu tiga titik, dan Siak satu titik.

Secara keseluruhan, lanjutnya, BMKG mendeteksi sebanyak 69 titik panas di Pulau Sumatera. Selain 27 titik panas di Riau, turut terpantau 13 titik panas di Provinsi Jambi, 12 titik di Lampung, dan delapan titik Sumatera Selatan.

Selanjutnya lima titik panas turut menyebar di Bangka Belitung, dua titik panas di Bengkulu serta satu titik di Kepulauan Riau dan Sumatera Barat.

Sementara itu, dari 27 titik panas di Provinsi Riau, Slamet menuturkan, 14 di antaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen.

"Titik api terpantau di Pelalawan sembilan titik, Indragiri Hulu tiga titik dan Indragiri Hilir dua titik," tuturnya.

Siaga hingga November

Keberadaan titik-titik panas di Pulau Sumatera dan Provinsi Riau terus terpantau dalam beberapa pekan terakhir. Satuan tugas (Satgas) penanggulangan Karhutla Riau terus meningkatkan koordinasi.

Pemerintah Provinsi Riau jauh di awal tahun ini telah menetapkan status siaga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Status itu telah diperpanjang hingga November 2017.

Kini Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membantu Riau dengan mengerahkan lima pesawat helikopter pengebom air jenis Sikorsky, MI-171 dan MI-172. Helikopter itu menjadi andalan Pemerintah Riau yang tergabung dalam Satgas Karhutla dalam menanggulangi titik-titik api.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, total luas lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Juli 2017 mencapai 548,72 hektare. Lahan yang terbakar itu menyebar di sejumlah titik di Provinsi Riau.

Di antara wilayah yang mengalami kebakaran cukup masif sejak awal tahun ini adalah Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Meranti, Rokan Hulu, Pelalawan, Siak, Indragiri Hilir. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir kebakaran berkisar dua hingga puluhan hektare terjadi di wilayah pesisir Riau, seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis dan Meranti.


(SAN)