Laporkan Kasus Kapal Wisata, 3 Pejabat Dairi Malah Jadi Terdakwa

Farida Noris    •    Jumat, 14 Oct 2016 15:48 WIB
kasus korupsi
Laporkan Kasus Kapal Wisata, 3 Pejabat Dairi Malah Jadi Terdakwa
Mantan PPTK Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Perhubungan Pemkab Dairi, Naik Syahputra Kaloko, saat mendengarkan tuntutan jaksa. Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Tiga pejabat Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menjadi terdakwa setelah melaporkan kasus pengadaan kapal wisata. 

Ketiga terdakwa itu antara lain mantan PPTK Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Perhubungan Pemkab Dairi, Naik Syahputra Kaloko; Kadis Kebudayaan, Pariwisata, dan Perhubungan Pemkab Dairi, Perdamaian Silalahi; dan pengawas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Perhubungan Pemkab Dairi, Naik Capa, 

Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis 13 Oktober 2016, Naik Syahputra Kaloko dan dua rekannya dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Mereka dianggap bersalah mengorupsi dana pengadaan kapal wisata senilai Rp395 juta yang bersumber dari APBD 2008 Kabupaten Dairi. 

"Pada 2009 saya bersama pimpinan dan pengawas dinas telah melaporkan Nora Butar-butar selaku wakil direktur CV Kaila Prima Nusa yang berkantor di Medan. Kami laporkan dia ke kejaksaan karena dia telah menukar kapal wisata yang telah kami pesan sebelumnya. Tapi, mengapa kami yang menjadi terdakwa," ucap Kaloko.

Menurut Kaloko, saat itu kapal telah selesai dikerjakan. Namun, ditemukan pengecatan yang belum rapi. Maka, mereka selaku pemesan langsung mengajukan protes ke Nora. 

Nora sempat ditahan setelah dilaporkan. Tapi, dia kemudian melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang.

"Tujuh tahun berselang kasus ini kembali diusut. Dalam perjalanannya, justru kami sebagai pelapor yang dijadikan tersangka. Padahal, alat bukti yang disampaikan oleh penuntut umum Julius Zega tak pernah dihadirkan dalam persidangan," kata dia.

Majelis hakim yang diketuai Didiek Handono menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan. Sebagaimana diketahui, kapal yang dipesan Pemkab Dairi itu merupakan kapal wisata yang melayani transportasi wisata di kawasan Danau Toba.



(UWA)