Polda Kepri-TNI Siaga Gerakan Inkonstitusional 2 Desember 2016

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 22 Nov 2016 05:49 WIB
Polda Kepri-TNI Siaga Gerakan Inkonstitusional 2 Desember 2016
Kapolda Kepri Brigjen pol Sam Budigusdian dan Danrem 033/WP Brigjen TNI Fachri sebelum menyampailam maklumat bersama di Polda Kepri, Senin (21/11/2016).

Metrotvnews.com, Batam: Kepolisian Daerah (Polda) Kepri bersama TNI mengingatkan warga agar tidak terprovokasi untuk turut melakukan aksi pada tanggal 2 Desember 2016 mendatang. Polri menengarai ada agenda lain di balik aksi tersebut yang menjurus pada makar atau upaya penggulingan pemerintahan yang sah.

"Kami ingatkan masyarakat Kepri agar tidak terprovokasi oleh imbauan-imbauan untuk turut melakukan aksi yang mengarah pada upaya memecah belah bangsa. Polisi dan TNI akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba melakukan tindakan melanggar hukum dan mengganggu ketertiban masyarakat," tegas Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian saat menyampaikan Maklumat Bersama Polri dan TNI, di ruang Rupatama Polda Kepri, Senin (21/11/2016).

Polri dan TNI, kata Sam, menyadari bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan aspirasinya. Namun bila aksi unjuk rasa tersebut memiliki agenda lain yang mengarah pada tindakan inkonstitusional untuk merongrong pemerintahan yang sah maka, tegas Sam, polisi dan TNI akan bertindak tegas.

"Kami akan bertindak tegas. Imbauan pada tanggal 2 Desember 2016 jelas-jelas ada upaya melakukan kegiatan melanggar hukum dan inkonstitusional. Kami imbau masyarakat Kepri tetap tenang dan percayakan pengamanan wilayah kepada Polri dan TNI," tegasnya.

Selain kepada peserta unjuk rasa yang melakukan tindakan inkonstitusional, polisi dan TNI, sambung Kapolda, juga akan menindak tegas pihak yang membiayai dan mengkoordinir aksi unjuk rasa tersebut.  "Unsur di kepolisian dan TNI akan bekerja memantau situasi di Batam. Kita juga punya intelijen yang terus memantau situasi keamanan di kota ini," ujarnya.

Komandan Resor Militer (Danrem) 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Fachri menambahkan, seluruh jajaran TNI di Kepri siap melaksanakan perintah Panglima TNI untuk menjaga keamanan di wilayah terkait adanya agenda lain di balik aksi unjuk rasa 2 Desember.

"Kami sudah diberitahu tentang rencana aksi tanggal 2 Desember nanti. Kami diperintahkan untuk menindak siapapun yang mencoba melakukan kekacauan dan memecah belah bangsa," tegas Fachri. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh rencana aksi tersebut.

Polisi dan TNI, kata Fachri, telah bertemu dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri untuk bersama-sama menciptakan rasa aman di Batam dan Kepri pada umumnya. "Bila ingin menyampaikan aspirasi agar dapat disampaikan dengan tertib dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat," ujarnya.

Hadir dalam penyampaian Maklumat Bersama ini, para pejabat tinggi di Lantamal IV, Lanud Tanjungpinang, Polresta Barelang, Lanal Batam, Kodim 0316 Batam, dan jajaran lainnya. Ratusan personel TNI dan Polri akan disiagakan di Batam mengamankan aksi unjuk rasa pada 2 Desember nanti.
 
(ALB)