Terlibat Sindikat Judi Online Internasional, Dua IRT Dicokok Polisi

Budi Warsito    •    Jumat, 08 Jan 2016 05:38 WIB
judi
Terlibat Sindikat Judi Online Internasional, Dua IRT Dicokok Polisi
Ilustrasi hasil judi - Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Medan: Personel Polresta Medan menangkap dua orang ibu rumah tangga (IRT) terkait sindikat judi online jaringan Internasional di Medan, Rabu 6 Januari. Keduanya diduga sebagai operator judi.

‎"Sindikat judi bola online jaringan internasional ini kita ungkap semalam di Jalan Pendidikan, Kecamatan Medan Barat dan kita tangk‎ap dua orang IRT berinisial AM,23, dan HJ,34. Keduanya warga Medan," kata Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono kepada wartawan di Mapolresta Medan, Kamis (7/1/2016).

Aldi membeberkan, perjudian bola online dilakukan menggunakan website, di mana pengguna bisa berkomunikasi dengan operator melalui chatting. AM dan HJ yang diduga sebagai operator judi nantinya bakal mendaftar pemain.

"Pemain mendaftar di sebuah situs yang dipilih operator dan wajib mengirim uang yang telah ditentukan sebagai modal. Kemudian operator mengirim password kepada pemain," jelas Aldi.

Setelah pemain menerima password, Aldi membeberkan pemain bisa langsung memilih klub bola sesuai yang diinginkan. Nominal taruhan pun bervariasi. Usai menerima duit dari pemain, AM dan HJ bakal mentransfer uang kepada seorang bandar yang berada di Kamboja.

Judi online yang sudah beroperasi selama setahun ini mampu menghasilkan omzet Rp500 juta perbulan. AM dan HJ yang bertugas sebagai operator kata Aldi diupah masing-masing Rp3 juta perbulan.

Selain menangkap kedua IRT, petugas juga turut menyita ‎ barang bukti berupa satu unit ‎ laptop, dua monitor, satu CPU, satu keyboard, sejumlah ponsel, lima token dari tiga bank berbeda, tiga rekening, satu blok notes, satu unit kalkulator dan satu kartu ATM.

Akibat perbuatannya, kedua IRT bakal dikenakan ‎Pasal 303 KUHPidana tentang perjudian dengan ancaman lima tahun penjara. Kepolisian saat ini masih melakukan pengembangan.


(REN)