Pembunuh Satu Keluarga di Medan Tak Ajukan Eksepsi

Farida Noris    •    Rabu, 30 Aug 2017 18:11 WIB
kasus pembunuhan
Pembunuh Satu Keluarga di Medan Tak Ajukan Eksepsi
Tiga terdakwa pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Mabar, Medan. Foto: MTVN/Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Andi Matalata alias Andi Lala, pelaku pembunuhan satu keluarga di Medan, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan pada Rabu 30 Agustus 2017. Dia didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Mabar, Medan, dan seorang selingkuhan istrinya di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut.

"Terdakwa dikenakan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga seusai persidangan di Ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dominggus Silaban, tak hanya Andi Lala yang duduk di kursi pesakitan. Dua rekannya, Roni Anggara dan Andi Syahputra, turut didakwa bersama Andi.

Dalam dakwaan JPU, Andi Lala dan terdakwa lainnya menghabisi satu keluarga di Jalan Mangaan, Mabar, Medan, pada Minggu 9 April 2017. Korban tewas yaitu pasangan suami istri, Rianto (40) dan Sri Ariyaini (40), dua anak mereka, Syifa Fadilah Naya (13) dan Gilang Laksono (8), serta ibu dari Sri Ariani, Sumarni (60). Putri bungsu pasangan Rianto dan Sri Ariani, K (4), ditemukan dalam keadaan kritis.

Pembunuhan bermotif dendam lantaran Rianto tidak kunjung memberikan sabu-sabu, meskipun dia sudah memberikan uang Rp5 juta untuk membeli barang haram itu pada Maret 2017. Pada Sabtu 8 April 2017, Andi Lala bersama keponakannya Roni Anggara dan temannya Andi Syahputra mendatangi kediaman Rianto di Jalan Mangaan, Mabar, Medan.

Andi Lala bahkan sempat mengajak Rianto bergantian mengisap sabu-sabu. Saat giliran Rianto mengisap sabu-sabu, Andi Lala menghantamkan besi sepanjang 60 cm dengan berat 11 Kg ke kepala korban sekuat tenaga.

Mendengar suara ribut-ribut, Andi Syahputra dan Roni Anggara, yang awalnya berada di luar, masuk ke dalam rumah. Andi Syahputra kemudian diperintahkan melihat situasi di luar rumah. Sementara Roni ikut menghabisi korban lainnya.

Bahkan Andi Lala juga telah melakukan pembunuhan terhadap Suherwan alias Iwan, kakek yang merupakan selingkuhan istrinya. Pembunuhan berlatar dendam dan sakit hati ini terjadi di rumahnya di Jalan Pembangunan II Desa Sekip, Lubuk Pakam, Deli Serdang, pada 12 Juli 2015 sekitar pukul 20.30 WIB.

Dalam melakukan aksinya, Andi Lala dibantu istrinya, Reni Safitri (berkas terpisah) dan temannya Irfan alias Efan (berkas terpisah). Andi Lala menghabisi Suherwan dengan alu lumpang yang sudah dia siapkan. Jasad Suherman dan sepeda motornya kemudian dibuang ke simpang Jalan Desa Pagar Jati Lubuk Pakam, Deli Serdang.

JPU Kadlan menyebutkan Andi Lala, Ronie Anggara, dan Andi Syahputra dijerat dengan Pasal 340, 338, 365, dan 363 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Ketiga terdakwa terancam hukuman mati. Dalam kasus ini, Jaksan Penuntut bakal menghadirkan 20 saksi.

Persidangan perkara pembunuhan ini ditunda setelah majelis hakim mendengarkan dakwaan untuk ketiga terdakwa. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi karena para terdakwa tidak mengajukan eksepsi.


(SUR)