Petani di Aceh Gagal Panen Akibat Kekeringan

Ferdian Ananda    •    Rabu, 19 Jul 2017 10:00 WIB
kekeringan
Petani di Aceh Gagal Panen Akibat Kekeringan
Seorang petani melihat kondisi sawahnya yang mengalami kekeringan di Desa Empetrieng, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar -- MI/Ferdian Ananda

Metrotvnews.com, Aceh Besar: Petani padi di sejumlah kabupaten di Aceh mengalami gagal panen akibat kekeringan sejak sebulan terakhir. Bahkan, belasan hektare sawah di Aceh Besar dipastikan puso.

"Sudah dari pertengan puasa tidak turun hujan di desa kami. Sehingga, perkembangan padi tidak normal. Bahkan, padi tidak berisi," kata Zulkifli, petani di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu 19 Juli 2017.

Zulkifli menjelaskan, sawah petani tidak terairi akibat sumber air kering. Sungai juga sudah kering sejak dua pekan lalu.

"Tidak ada air sama sekali. Irigasi tidak teraliri air karena sungainya juga mengering. Kondisi sangat merepotkan kami, apalagi hujan pun tidak turun," tambah Zulkifli.

Menurut Zulkifli, tanaman padinya yang berumur hampir dua bulan harus segera mendapatkan aliran air. Jika dibiarkan terus kekringan, tanaman padinya dipastikan gagal panen.

"Dua minggu lalu masih bisa pompa air dari irigasi. Tetapi, sekarang tidak ada lagi air. Sedangkan sawah harus terus basah. Jika tidak, padi akan puso," jelasnya.

Zulkifli meminta pemerintah membangun embung dan sumber air lainnya agar petanian di Aceh Besar bisa mencapai dua kali tanam setahun.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Tarmizi mengaku telah menanggulangi kekeringan yang melanda Aceh Besar. Namun, kekeringan parah masih melanda kawasan sawah tadah hujan.

"Sebenarnya kekerigan ini bukan hanya di wilayah Aceh Besar, tapi seluruh Aceh. Pak bupati juga sudah ngecek langsung. Jadi, sebenarnya ini musim tanam jagung karena tidak ada air," jelasnya.

Tarmizi menambahkan, pemerintah Aceh Besar hanya menargetkan penanaman padi di musim kedua tahun ini, hanya berkisar 18.000 hektare. Setelah pengecekan, ternyata petani yang menanam padi mencapai 20.000 hektare. Sehingga, kebutuhan air tidak mencukupi.

"Apalagi kawasan yang mengalami kekeringan itu jauh dari jangakauan waduk dan sungai," lanjutnya.

Guna meminimalisir kegagalan panen sejumlah petani di Aceh Besar, Tarmizi berkoodinasi dengan personel babinsa dan Keujruen Blang (tetua desa yang mengatur pembagian aliran air sawah) untuk melakukan pembagian air di sejumlah titik sumber air. "Kami akan melakukan pembagian air, sehingga semua kebagian dan air bisa dimanfaatkan," lanjutnya.

Pemerintah Aceh Besar juga akan menyalurkan bantuan bibit bagi ratusan hektare sawah yang gagal panen akibat kemarau panjang. "Pak bupati sudah perintahkan, nanti dibantu bibit dan pupuk bagi petani yang mengalami puso dan gagal panen. Agar mereka bisa bergerak lagi," terangnya.


(NIN)