Dishub bakal Ajukan Tambahan Alat Peredam Benturan di Jembatan Ampera

Alwi Alim    •    Jumat, 19 May 2017 19:02 WIB
Dishub bakal Ajukan Tambahan Alat Peredam Benturan di Jembatan Ampera
Tim asuransi dari pihak pemandu tengah melihat kondisi tiang Jembatan Ampera, MTVN - Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Kapal tongkang menabrak tiang Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu 17 Mei 2017, bukan kali pertama terjadi. Lantaran itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang bakal mengajukan anggaran untuk pengadaan fender, atau alat untuk meredam efek benturan.

Kepala Dishub Palembang, Kurniawan mengatakan penambahan fender ini akan diajukan kepada Kementrian Pekerjaan Umum. Sebab, jembatan yang membelah Sungai Musi itu hanya memiliki dua fender.

Menurutnya dengan kondisi fender yang sedikit maka sangat rentan terjadi benturan terhadap tiang Jembatan Ampera. Apalagi, nantinya akan ada tiang LRT, tiang Jembatan Musi VI dan Musi IV.

"Kami tidak mungkin menghentikan operasional tongkang karena Sungai Musi ini sebagai urat nadi perairan. Jadi salah satu cara untuk menghindari terulang kembali kejadian benturan itu maka akan usulkan di setiap tiang akan ada fender," kata Kurniawan di Palembang, Jumat, 19 Mei 2017.

Selain mengajukan penambahan fender, kata Kurniawan, Dishub Palembang juga akan mengintensifkan pengawasan terhadap operasional tongkang.

Pengawasan ini meliputi administrasi kapal, kondisi kapal dan lain sebagainya.

"Mudah-mudahan dengan pengawasan ini dapat mencegah terulang kembalinya kejadian tersebut," pungkasnya.

Ia juga menambahkan, ke depan pihaknya juga berencana untuk menerbitkan Perwali tentang retribusi angkutan sungai. Namun, tentu besarannya berdasarkan kesepakatan bersama dengan para pengusaha.

"Dalam Perwali ini juga akan menentukan tinggi maksimum bagi angkutan batubara sehingga tidak menyebabkan kerusakan di Jembatan Ampera," pungkasnya. (Alwi Alim)
(RRN)