Penyelundup 270 Kg Sabu asal Medan Divonis Hukuman Mati

Farida Noris    •    Rabu, 13 Sep 2017 19:26 WIB
narkoba
Penyelundup 270 Kg Sabu asal Medan Divonis Hukuman Mati
Irwantoni tertunduk lesu dan dipeluk sang istri usai mendengar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Rabu 13 September 2017. Foto: MTVN/Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Irwantoni terus menangis saat majelis hakim membacakan vonis hukuman mati atas kasus yang menjeratnya. Dia dinyatakan bersalah dalam perkara penyelundupan sabu seberat 270 kg dari Tiongkok.

"Menjatuhkan pidana mati kepada terdakwa Irwantoni," ucap Ketua Majelis Hakim, Saryana, saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu 13 September 2017.

Irwantoni terbukti menyediakan lokasi penyimpanan dan membantu penyelundupan sabu dari Tiongkok yang dikirim melalui Malaysia. Barang haram itu rencananya akan diedarkan di Kota Medan dan Dumai.

Putusan hakim sama persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Menanggapi putusan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya akan mengajukan banding.

Irwantoni kembali berurai air mata usai persidangan. Lelaki ini tak henti memeluk istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Dia pun terlihat tersedu di pangkuan ibu kandungnya yang berurai air mata.


Irwantoni tersedu di pangkuan ibu kandungnya yang berurai air mata. Foto: MTVN/Farida Noris

"Saya dituduh, semua Ayau yang mengendalikan. Mana barang buktinya kalau saya bersalah" ucapnya sembari berlinang air mata.

Dalam kasus ini, 4 orang rekan terdakwa yakni masing-masing bernama Ayau, 40, Daud alias Athiam, 47, Lukmansyah bin Nasrul, 36, dan Jimmi Syahputra bin Rusli, 27. Keempatnya telah divonis mati oleh majelis hakim.

Penyelundupan barang haram itu berawal dari pertemuan Daud alias Athiam dengan Lau Lai alias Aan alias Jecky (DPO) di Hotel CK Malaka, Malaysia, pada 17 Agustus 2015 lalu. Daud lalu bertemu dengan Ayau dan Irwantoni untuk mencari importir dan gudang di Medan.

Kemudian Daud mengirimkan uang sebesar Rp55 juta ke rekening Jimmi untuk membeli mobil minibus yang akan digunakan mengangkut narkotika itu. Pada September 2015, Lukmansyah mendapat kabar dari Irwantoni bahwa sabu asal Tiongkok akan masuk dari Malaysia menuju Medan.

Pada Oktober 2015, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mendapatkan informasi akan ada pengiriman sabu ke Medan dan Dumai, lalu melakukan penyelidikan. Pada 16 Oktober 2015, Jimmi dihubungi Irwantoni yang mengabarkan adanya pengiriman barang dari Dumai.

Sabu-sabu itu kemudian dibawa ke komplek pergudangan Jade Square, Jl KL Yos Sudarso Km 11,5, Kecamatan Medan Deli. Lukmansyah bertugas sebagai pengawal. Dia berada di mobil terdepan untuk memberitahukan apabila ada razia.

Sampai di gudang itu, petugas BNN melakukan penangkapan terhadap 4 orang terdakwa yang sudah divonis mati tersebut. Sedangkan Irwantoni berhasil lolos. Namun polisi berhasil menciduk Irwantoni saat berada dalam sebuah mobil di Kecamatan Rupat kabupaten Bengkalis, Riau.


(SUR)