Pertalite Ditargetkan Masuk ke Natuna pada 2018

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 05 Dec 2017 17:01 WIB
bbm satu harga
Pertalite Ditargetkan Masuk ke Natuna pada 2018
Ilutrasi. -ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf-

Batam: Masyarakat Pulau Natuna antusias menyambut hadirnya Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga jenis premium dan solar. Selain dua jenis BBM ini, masyarakat di pulau paling utara Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tersebut juga tak lama lagi menikmati pertalite, pertamax, dan dexlite. 

Sekadar diketahui, selama ini masyarakat Natuna hanya menggunakan premium dan solar untuk keperluan sehari-hari. Melihat perkembangan dan bertambahnya jumlah kendaraan di pulau ini mendorong Pertamina untuk mendistribusikan pertalite dan pertamax.

"Kami akan berupaya keras untuk memasukkan (mendistribusikan) pertalite, pertamax, bahkan dexlite ke pulau ini. Ini target yang akan kami realisasikan segera," ungkap Erry Widiasyomo, General Manager MOR I PT Pertamina (Persero) usai peresmian SPBU-N, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, 4 Desember 2017.

Ia mengungkapkan, sering berkembangnya Pulau Natuna, kebutuhan energi masyarakat juga bertambah. Saat ini, kebutuhan BBM jenis premium di pulau terdepan NKRI tersebut mencapai 125 kiloliter (kl) perhari. Sedangkan solar 80 kl per hari. 

Masuknya pertalite dan pertamax diharapkan ada alternatif bagi masyarakat untuk menggunakan jenis BBM lain, selain premium dan solar. "Tujuan kami mendistribusikan pertalite, pertamax, dan dexlite sekaligus untuk menghadirkan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan," ungkap Erry.

Pihaknya menargetkan, tahun 2018 mendatang, Pertamina mulai mendistribusikan tiga jenis BBM tersebut secara bertahap. "Belum dapat kami pastikan apakah Januari atau Februari 2018. Yang pasti segera, paa 2018 mendatang," tambahnya.

Harga ketiga jenis BBM yang akan didistribusikan ke Natuna tersebut juga diharapkan sama dengan harga yang berlaku di Pulau Jawa. 

Sekadar diketahui, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, memiliki luas wilayah 264.198,37 km2 dengan luas daratan 2.001,30 km2 dan lautan 262.197,07 km2. Ibukota Kabupaten Natuna adalah Ranai. 

Ahed, warga Natuna mengaku senang dengan pemberlakukan BBM satu harga di Pulau Natuna. Selama ini, kata dia, banyak warga yang harus membeli premium dan solar di atas harga yang ditetapkan. 

"Bagi warga yang tinggal jauh dari kota, harus membeli premium seharga Rp7.000 hingga Rp7.300 per liter. Solar Rp6.000 per liter. Dengan adanya BBM satu harga ini, sangat membantu kami bagi warga yang jauh tinggal dari kota," ujarnya saat ditemui medcom.id, di SPBU-N Desa Sepempang, Kabupaten Natuna, Selasa, 5 Desember 2017.





(ALB)