10 Ribu Jiwa jadi Korban Banjir Luapan Sungai Siak

Rudi Kurniawansyah    •    Rabu, 06 Dec 2017 18:57 WIB
banjir
10 Ribu Jiwa jadi Korban Banjir Luapan Sungai Siak
Seorang anak menggunakan sepeda ketika melintasi banjir akibat luapan Sungai Siak di Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, Senin (4/12). ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Pekanbaru: Sedikitnya 10.890 jiwa atau sekitar 3.567 keluarga di dua kecamatan di Kota Pekanbaru menjadi korban banjir akibat meluapnya Sungai Siak. Banjir juga memaksa sebagian warga mengungsi ke tenda dan posko pengungsian.

"Sebanyak 12 tenda pengungsian telah didirikan pada sejumlah lokasi banjir tersebut. Selain itu, kami juga turut menyalurkan sembilan bahan pokok serta mendirikan dapur umum darurat," kata Kepala Dinas Sosial Pekanbaru Chairani, Rabu 6 Desember 2017.

Dia menjelaskan, banjir akibat meluapnya Sungai Siak dalam sepekan terakhir menghantam sejumlah wilayah pemukiman warga di Kecamatan Rumbai dan Tenayan Raya. 

Dua wilayah itu merupakan daerah langganan banjir di Kota Pekanbaru. Seperti di Rumbai, banjir terparah terjadi di perumahan Witayu, Palas, dan Meranti Pandak. Sedangkan di Tenayan Raya, banjir terjadi di kawasan padat penduduk seperti di Bambu Kuning dan Rejosari.

"Banjir terjadi di kawasan bantaran sungai dan anak sungai yang meluap. Saat ini sedang difokuskan upaya distribusi bantuan sembako," ujarnya.

Sementara untuk penanggulangan bencana pascabanjir, Dinas Kesehatan Pekanbaru mengadakan layanan kesehatan khusus untuk korban banjir. Layanan kesehatan dibentuk dengan koordinasi bersama puskesmas di dua kecamatan tersebut.

"Secara umum warga memang sudah mengeluhkan mulai terserang penyakit akibat banjir," jelas Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Helda S Munir.

Dia menambahkan, sejumlah penyakit yang menjadi keluhan warga yang rumah dan lingkungannya terkena banjir adalah kulit, flu, dan diare. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri di posko layanan kesehatan yang telah dibentuk tersebut.

"Posko layanan kesehatan telah kita bentuk di tenda pengungsian. Selain itu, petugas kesehatan, dan mobil ambulans juga disiagakan di lokasi," terangnya.

Sejauh ini banjir terlihat mulai berangsur-angsur surut. Ketinggian air telah turun dari sempat setinggi pinggang orang dewasa kini surut sekitar setinggi betis. Namun warga tetap mengkhawatirkan ketinggian air akan kembali meningkat pada malam harinya.


(ALB)