Driver Ojek Online Tetap Bertahan Meski Banyak Penolakan

Farida Noris    •    Jumat, 20 Oct 2017 16:03 WIB
taksi online
<i>Driver</i> Ojek <i>Online</i> Tetap Bertahan Meski Banyak Penolakan
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Medan: Transportasi online masih menjadi polemik di sejumlah daerah, khususnya di Kota Medan, Sumatera Utara. Namun, pengemudi transportasi online tetap bertahan meski mendapat banyak penolakan khususnya dari angkutan konvensional.

Faisal, salah satu pengemudi ojek online, mengaku cukup terbantu dengan pendapatan dari ngojek online. "Lumayan lah penghasilannya. Dalam sehari itu bisa dapat Rp150 ribu bersih," kata warga Medan ini, Jumat 20 Oktober 2017.

Penghasilan dari menjadi pengemudi ojek online digunakannya untuk membayar uang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Medan. Apalagi sistem kerjanya tidak terlalu terikat dengan perusahaan.

"Jadi saya bisa membagi waktu antara kuliah dan kerja. Karena nggak harus tiap hari narik (kerja)," urainya.

Dia mengaku pengemudi ojek online semakin bertambah dan membuat persaingan di lapangan makin berat. Tentunya ini sangat berpengaruh pada penghasilan

Pengemudi ojek lainnya yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, pekerjaan ini hanya sebagai sampingan karena ia memiliki pekerjaan utama di sala satu perusahaan swasta. Setiap ngojek, dia bisa meraup fulus hingga Rp200 ribu.

"Tapi saya enggak narik tiap hari. Seminggu paling banyak dua atau tiga hari saja. Apalagi saya punya kerjaan," ucapnya.

Dia mengaku saat ini persaingan di lapangan semakin berat. Ditambah lagi perusahaan transportasi online tidak membatasi jumlah driver ojek online yang akan direkrut.

Dia mengaku pendapat para pengemudi makin terkikis persaingan. Bahkan, teman seangkatannya bisa meraup upah hingga Rp1 juta per hari pada awal-awal ojek online masuk Medan. "Makanya banyak yang terjebak dan berhenti dari pekerjaan utama," pungkasnya.

Dia mengaku tak ambil pusing jika ojek online dilarang. Sebab, menjadi pengemudi ojek bukan pekerjaan utamanya.


(SUR)