Tak Ada Wakil Perusahaan Jenguk Korban Kapal Tanker Meledak

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 18 Nov 2016 11:56 WIB
ledakan
Tak Ada Wakil Perusahaan Jenguk Korban Kapal Tanker Meledak
Ledakan terjadi di kapal tanker MT Nona Tang II, Rabu 16 November. Foto: Metrotvnews.com/Anwar

Metrotvnews.com, Batam: Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Batam, Kepri, prihatin dengan musibah yang menimpa kru kapal MT Nona Tang II yang meledak di Pelabuhan Pantai Stres, Batam, Rabu 16 November 2016.

Beberapa jam setelah ledakan, pengurus PPI menghimpun informasi terkait peristiwa yang menewaskan seorang pekerja dan melukai tiga orang, termasuk satu ABK bernama Abdullah, 40, ini. 

PPI juga aktif berkoordinasi dengan kepolisian untuk menghimpun data ABK, dokumen, termasuk dokumen keabsahan kapal Nona Tang II yang meledak dan ludes terbakar. 

"Seharian ini kami sibuk menghimpun informasi soal kejadian ini. Kami juga mendampingi Abdullah yang masih terbaring di rumah sakit dan mencari informasi soal kapal dan perusahaannya," kata Koordinator PPI Batam, Andika, kepada Metrotvnews.com di RS Harapan Bunda, kemarin. 

Ia menyesalkan hingga malam tadi belum ada satu pun utusan perusahaan datang melihat kondisi Abdullah. Apalagi ABK kapal ini tak memiliki keluarga di Batam. "Keluarganya tak berada di sini, tapi di Jawa Barat," kata Andika. 

Ia mengatakan, Abdullah baru dua pekan menjadi ABK di kapal tersebut. Ia ditugaskan memperbaiki mesin selama kapal berlabuh di pelabuhan. Adapun 10 ABK lainnya saat ini dimintai keterangan terkait peristiwa ledakan di atas kapal.

Baca: Kesaksian Korban Soal Ledakan Kapal Tanker

Andika berharap perwakilan perusahaan datang ke rumah sakit dan menangani seluruh biaya administrasi pasien tersebut. Berbeda dengan dua pekerja di atas kapal, kata Andika, pimpinan mereka telah datang dan menangani semua biaya pengobatan dan perawatan.

Kedua pekerja itu adalah Joko dan Sumardianto. Kedua korban ini mengalami luka bakar serius. "Kami dapat satu informasi nama perusahaan yakni PT Petro Energy Samudera, tetapi saat kami cek biofile-nya tidak ditemukan nama kapal MT Nona Tang II," ujarnya. 

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengatakan saat ini pihaknya fokus melakukan olah tempat kejadian untuk mengetahui penyebab terjadinya ledakan. 
"Kami fokus ke pengolahan TKP dulu. Tim sedang bekerja untuk mengetahui penyebab ledakan," kata Memo.

Ledakan keras terjadi di atas kapal tanker MT Nona Tang II, Rabu 16 November. Kejadian itu menewaskan seorang pekerja dan melukai tiga pekerja lainnya. Ledakan terjadi saat keempat pekerja sedang memperbaiki dan mengelas pipa di dek kapal.


(UWA)