Polisi Temukan Buku Robotik di Rumah Peneror Gereja

Budi Warsito    •    Senin, 29 Aug 2016 11:21 WIB
bom bunuh diri
Polisi Temukan Buku Robotik di Rumah Peneror Gereja
Rumah pelaku di Jalan Setia Budi Gg Sehati Medan, dipasang garis polisi. (Metrotvnews.com/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Medan: Polisi menggeledah rumah IAH, 18, pelaku bom bunuh diri di ‎Gereja Katolik Santo Yosep,‎ Jalan Dr Mansur Medan, Minggu, 28 Agustus 2016 pagi.‎ Beberapa benda disita petugas.

Diduga, benda-benda yang disita merupakan sisa-sisa untuk membuat bom rakitan. "Tadi ada kabel, ada korek api yang diambil pentolnya, dan beberapa buku pelajaran robotik," ungkap Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusij Dwihananto, semalam di Mapolresta Medan, Sumatera Utara. 

Polisi belum bisa memastikan keterkaitan pelaku dengan jaringan ISIS. Polisi masih menyelidiki temuan-temuan benda yang disita dari rumah pelaku. "Masih kita lidik, motif masih kita dalami," ujar Mardiaz. 

Pihaknya pun telah memeriksa sembilan saksi. Terdiri dari pihak Gereja Katolik Santo Yosep dan pihak keluarga pelaku. 

"Tersangka disangkakan pasal terorisme, kemudian Undang-undang Darurat dan juga Pasal 340 dan Pasal 338 KUHP," tandas Mardiaz.

Baca: Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Tertutup



IAH meledakkan bom di ‎Gereja Katolik Santo Yosep Jalan Dr Mansur Medan. Satu orang terluka di bagian tangan karena senjata tajam yang dibawa IAH. Korban adalah Pastor Albert S Pandingan.

Meski sempat meledak, bom rakitan yang memiliki daya ledak rendah tidak melukai jemaat yang tengah beribadah. IAH langsung diringkus para jemaah yang berada di ruangan.

Dalam tas yang dibawa pelaku, ada tiga pipa yang diduga bom rakitan.‎ Pelaku mengaku melakukan aksi tersebut karena disuruh orang yang ia temui di jalan.

Perilaku IAH mulai berubah sejak dua tahun lalu. Ia pun dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Selain itu kepada polisi, IAH mengatakan dirinya terinspirasi aksi bom di Prancis. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.


(SAN)