Tim Eagle Buru Otak Perampokan Emas 2 Kg

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 21 Dec 2017 15:31 WIB
perampokan
Tim Eagle Buru Otak Perampokan Emas 2 Kg
ilustrasi Medcom.id

Pekanbaru: Para bandit atau pelaku kejahatan harus berpikir dua kali jika ingin melakukan kejahatan di Provinsi Riau. Lawan yang mereka hadapi saat ini bukan polisi biasa, tetapi personel Tim Eagle Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

Meski terbilang baru didirikan, yakni sekitar 1,5 bulan, namun personel khusus yang sudah terlatih ini berhasil mengungkap beberapa kasus. Terakhir, Tim Eagle Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau ini meringkus para pelaku perampokan 2 kg emas di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. 

Tak tanggung-tanggung, tujuh pelaku yang terlibat dalam kasus itu, berhasil ditangkap satu per satu oleh Tim Eagle. Emas dan uang puluhan juga hasil penjualan emas berhasil disita. 

"Kami terus melatih kemampuan Tim Eagle, termasuk kemampuan melacak, memburu, dan mengembangkan sebuah kasus kejahatan," ungkap Direskrimum Polda Riau AKBP Hady Poerwanto, di Mapolda Riau, Kamis, 21 Desember 2017.

Baca: Empat Residivis Bagi Rata Emas 2 Kg Hasil Rampok di Pelalawan

Hady mengatakan, Tim Eagle Polda Riau sedikit berbeda dengan personel reserse pada umumnya. Mereka memiliki seragam tersendiri, membawa senjata, dan mengenakan sebo bergambar kepala tengkorak. 

"Saat memburu target, mereka selalu mengenakan sebo, bersenjata, dan mengenakan seragam sebagai ciri khasnya," kata Hady. Ditambahkan, personel khusus Polda Riau ini bertugas melacak, memburu, dan menangkap para bandit yang kerap menebar teror kejahatan di Provinsi Riau. 

Karena sudah terlatih, sambung Hady, para personel Tim Eagle tak segan melumpuhkan para bandit yang berbuat nekat dengan menggunakan senjata. Tim Eagle ini juga salah satunya bertugas menumpas kejahatan jalanan yaitu jambret maupun aksi begal yang belakangan ini meresahkan warga Pekanbaru. 

"Kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), kejahatan dengan pemberatan (curat), dan aksi begal di wilayah hukum Kota Pekanbaru juga menjadi attensi kami. Jumlah personel khusus ini mencapai 25 orang," jelasnya. 

Hady menambahkan, pengungkapan kasus perampokan emas sekira 2 kg di Kabupaten Pelalawan, 14 Desember 2017 adalah salah satu bukti kinerja Tim Eagle. "Dalam memburu target, motto kami adalah pantang pulang sebelum berhasil," ugkap Hady. 

"Satu tugas utama kami saat ini adalah memburu otak pelaku perampokan emas tersebut, berinisial ED. Tim Eagle sudah melacak keberadaannya. Tim akan mengupayakan satu tersangka itu berhasil ditangkap," pungkasnya.


(ALB)