Anggaran Infrastruktur Riau Capai 63 Persen di APBD 2018

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 26 Oct 2017 17:59 WIB
rapbn 2018
Anggaran Infrastruktur Riau Capai 63 Persen di APBD 2018
lustrasi: MTVN/Rakhmat Riyandi

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyatakan komitmennya membelanjakan APBD Riau 2018 untuk membangun infrastruktur di berbagai wilayah. Di APBD 2018, Pemprov Riau mengalokasikan 63 persen belanja modal dari total alokasi belanja sebesar Rp10,031 triliun. 

"Kami bukan 60 persen lagi, tetapi 63 persen yang kami alokasikan untuk belanja modal di APBD Riau tahun 2018," ungkap Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman kepada Metrotvnews.com, usai menghadiri peresmian penerbangan perdana Lion Air rute Pekanbaru-Madinah, di Gedung VVIP Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Kamis, 26 Oktober 2017.

Belanja modal tersebut, kata Arsyadjuliandi, sudah termasuk belanja untuk infrastruktur, di antaranya pembangunan jalan, jembatan, drainase, infrastruktur bidang pendidikan, kesehatan, termasuk alat-alat kesehatan, lab, dan juga pendidikan. 

"Ditotalkan secara keseluruhan, mencapai lebih 60 persen," kata Arsyadjuliandi bergegas meninggalkan gedung VVIP Sultan Syarif Kasim II. 

Kepala Bappeda Riau, Rahmat Rahim merinci, total belanja modal sekira 63 persen tersebut masing-masing berasal dari; 24 persen belanja modal yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi. Seperti; pembangunan jalan, jembatan, drainase, dan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

"Selebihnya, yakni infrastruktur dan sarana prasarana pendidikan mencapai 28 persen dan kesehatan sebesar 10,5 persen. Itu termasuk belanja alat-alat kesehatan, lab, maupun pendidikan," jelasnya. 

Alokasi anggaran belanja modal tersebut, sambung Rahmat, digunakan untuk membangun infrastruktur di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Dijekaskan, anggaran infrastruktur sebesar 24 persen yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dikelola langsung Dinas PUPR Riau. 

"Sedangkan alokasi anggaran infrastruktur dan belanja modal untuk kesehatan dan pendidikan dihandel oleh dinas terkait," ujarnya. Ia menambahkan, alokasi anggaran untuk infrastruktur tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017.

"Pada APBD 2017, alokasi anggaran untuk infrastruktur hanya 23 persen. Kita harapkan terus meningkat dari tahun ke tahun," ujarnya. Tahun 2018, porsi anggaran untuk infrastuktur mengalami peningkatan karena pihaknya memangkas anggaran yang dinilai tidak efektif. 

"Anggaran yang dipangkas tersebut, anggaran perjalanan dinas dan acara-acara seremoni yang tak berdampak signifikan bagi pemasukan dan kemajuan daerah," pungkasnya. 



(ALB)